Warga Ragunan Keluhkan Kurang Sigapnya Pejabat Daerah Soal Penyebaran Covid-19

Safari
Warga Ragunan Keluhkan Kurang Sigapnya Pejabat Daerah Soal Penyebaran Covid-19

Jakarta, HanTer - Warga Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan, mengeluhkan kurang sigapnya para pejabat kelurahan mengantisipasi dan penanganan wabah virus Corona atau Covid-19. Warga khawatir dan cemas karena update virus Corona per Selasa (24/3/2020) telah memaparkan 686 orang dengan jumlah meninggal dunia 55 orang.

 

Akbar Setiawan Pambudi, warga Kelurahan Ragunan, mengatakan, pergerakkan para pejabat kelurahan Ragunan untuk tanggap Covid -19 sangat lamban. Padahal saat ini wilayah Ragunan sudah dikepung wabah virus  Corona. Secara posisi wilayah Ragunan berada di tengah-tengah kelurahan lainnya seperti Jatipadang, Cilandak, jagakarsa, dan Lenteng Agung.

 

"Saat ini warga Pasar Minggu sudah ada yang kena virus Corona," ujar Akbar kepada Harian Terbit, Rabu (25/3/2020).

 

Akbar menuturkan, lambannya pihak kelurahan menangani virus Corona karena informasi dari pihak kelurahan tidak sampai ke perangkat-perangkat RT dan warga. Selain itu pihak kelurahan juga tidak transparan untuk menjelaskan keadaan terkait wabah virus Corona. Sehingga hal tersebut membuat warga di kelurahan Ragunan menjadi ketakutan dan khawatir karena apa yang akan harus dilakukan untuk mengantisipasinya.

 

"Komunikasi dari kelurahan terputus, tidak sampai bawah," tandasnya.

 

Akbar memaparkan, pejabat kelurahan juga seakan - akan diam-diam saja sedikit ada reaksi. Padahal warga di kelurahan ragunan sudah sangat resah terkait wabah virus Corona yang sudah menjalar kemana-kemana. Sehingga jika digesek sedikit saja bisa menimbulkan ketidakpercayaan kepada pemerintah.

 

"Menurut saya yang kurang itu sosialisasi tentang pentingnya social distancing untuk memutus mata rantai penularan wabah virus Corona," jelasnya.

 

Akbar mengungkapkan, hingga saat ini belum ada update jika tiap wilayah Ragunan akan disterilisasi. Beruntung saat ini ada beberapa warga secara mandiri melakukan sterilisasi guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

 

"Karena pejabat kelurahan terlalu lamban eksekusi. Saya ingin pejabat kelurahan dan kecamatan aware terhadap warganya. Bukan cuma hanya sekedar himbauan. Tapi terjun langsung tanganin permasalahan yang sedang terjadi. Bagaimana warga mau ibadah aman, membeli kebutuhan pokok disekitar kalau sterilisasi tidak dilakukan di beberapa tempat atau ditunda, ini urusan nyawa, jangan ditunda-tunda. Ragunan sudah masuk kategori genting," tegasnya.

 

Sementara itu Doni Ikhsan Kartoyo, warga Ragunan juga berharap ada action dari pemerintah untuk saling gotong royong bersama warga menghadapi masalah virus Corona. Oleh karena itu pejabat daerah juga harus support dan hadir guna menentramkan masyarakat yang saat ini sedang resah.

 

Hingga berita ini diturunkan masih menunggu konfirmasi dari pejabat terkait.