Baku Tembak dengan Polisi; Spesialis Curanmor Terkapar

danial
Baku Tembak dengan Polisi; Spesialis Curanmor Terkapar

Jakarta, HanTer - Seorang pelaku spesialis pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) yang 'terjepit' malah melawan polisi dengan tembakan, hingga akhirnya pertempuran antara curanmor dan polisi tak bisa dihindari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, RD alias CS yang diketahui adalah seorang spesialis curanmor melawan dengan tembakan dari senjata api (senpi) rakitan.

"RD alias CS ini melawan petugas dengan senpi rakitannya, saat akan ditangkap petugas di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, 21 Maret lalu," ujar Yusri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2020).

Kejadian tembak menembak tersebut menyita perhatian masyarakat di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu 21 Maret 2020 malam.

Yusri menjelaskan, RD melawan dengan senpi, namun polisi dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya melakukan tindakan tegas dan terukur dan berhasil menembak RD hingga terkapar bersimbah darah.

Yusri menerangkan, sebelumnya polisi yang akan menangkapnya sudah mengeluarkan tembakan peringatan.

"Tapi RD ini justru membalas dengan tembakan ke arah petugas menggunakan senpi rakitannya. Sehingga baku tembak sempat terjadi sebelum akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur dengan timah panas," beber Yusri dan mengungkapkan bahwa pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tapi dalam perjalanan, pelaku akhirnya telah meninggalkan dunia ini.

Ditambahkan mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini, RD berperan sebagai pemetik, kerap beraksi bersama rekannya berinsial E, yang berperan sebagai joki dan mengintai lokasi, dan pelaku E kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan polisi.

Lanjutnya, usai berhasil melumpuhkan RD, petugas melakukan penggeledahan di rumah RD di Lebak Bulus. Di rumah tersebut, polisi berhasil menyita 3 unit sepeda motor matic hasil curian, kunci Letter T berikut 5 mata kunci, sebilah pisau, satu senjata api rakitan bergagang hitam beserta 5 peluru, dan satu handphone.