DPRD Nilai Jakpro Berikan Harapan Kosong ke Anies

Sammy
DPRD Nilai Jakpro Berikan Harapan Kosong ke Anies

Jakarta, HanTer - Masalah keuangan disebut-sebut jadi kendala mangkraknya pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter di Jakarta.

PT Jakarta Propertindo (JakPro) diharapkan tak memberikan harapan kosong kepada Gubernur Anies Baswedan perihal proyek tersebut. Padahal, Anies Baswedan sudah melakukan groundbreaking pembangunan ITF Sunter sejak Desember 2018.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman, menilai, belum terlaksananya pembangunan ITF Sunter karena kendala minimnya keuangan seakan menunjukkan bahwa, sejak awal proyek tersebut memang sudah bermasalah.

"Seharusnya saat gubernur groundbreaking semuanya sudah selesai. Khususnya soal finansial dengan segala aspeknya," kata Prabowo di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Atas kondisi itu, Prabowo beranggapan sama saja PT Jakpro memberikan harapan kosong kepada Gubernur Anies.

"Gubernur sudah dibohongi. Sehingga terjadi groundbreaking. Padahal semuanya belum clear, khususnya soal finansial," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Secara tegas, Prabowo meragukan PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan perusahaan asal Finlandia Fortum. "Bonafiditasnya patut diragukan," tegas Prabowo.

Karenanya Prabowo mengultimatum PT Jakpro agar melaksanakan pembangunan ITF Sunter paling lambat bulan depan. "Kalau masih mangkrak sebaiknya cari patner yang baru. Supaya program RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pak Anies berjalan dengan baik," tegas Prabowo.

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga menjelaskan pembangunan dapat saja molor seperti program sebelumnya. Tentunya, jika tidak ada pengawasan yang ketat dari Pemprov DKI Jakarta.

"Harus ada pengawasan yang ketat dan laporan evaluasi progress per 1, 3, 6 bln – 1 tahun. Ya langsung di bawah koordinasi Gubernur sehingga setiap kali ada kendala bisa langsung diputuskan saat itu juga," katanya di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Terganjal Kendala

Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hanief Arie Setianto, sempat mengakui pembangunan ITF Sunter masih terganjal karena ada beberapa kendala dari lembaga keuangan yang belum bisa diselesaikan.

Namun, Arie tak menjelaskan maksud kendala di lembaga keuangan itu. "Makanya sampai sekarang belum ada progress nyata di lapangan," kata Hanief di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Salah satu masalah pembangunan ITF Sunter adalah pembahasan aspek komersialisasinya. PT Jakpro, kata dia, sudah menyepakati sejumlah perjanjian mulai dari sistem pengelolaan sampah hingga jual beli listrik dengan PT PLN.

Untuk diketahui, ITF Sunter nantinya mampu mengolah 2.200 ton sampah Jakarta per hari. Jenis teknologi yang diterapkan adalah waste to energy atau menubah sampah menjadi energi listrik, dengan kapasitas 35 MWh. ITF diklaim mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

PT Jakarta Solusi Lestari yang merupakan joint venture antara PT Jakpro dan perusahaan asal Finlandia Fortum menyebut masih ada beberapa hal yang belum disepakati antara beberapa pemangku kepentingan lainnya seperti PLN sebagai pembeli listrik dan pihak pemerintah.

#jakpro   #anies   #itf-sunter   #dprd   #dki