Tempat Hiburan Malam di Jakarta, Pengamat: Berkedok Narkoba dan Prostitusi

Harian Terbit/Sammy
Tempat Hiburan Malam di Jakarta, Pengamat: Berkedok Narkoba dan Prostitusi

Lagi pelaku usaha wisata dilarang beroperasi alias ditutup oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Giliran Restaurant dan Pub Black Owl disegel karena 12 pengunjungnya kedapatan menggunakan narkoba.

Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna di Jakarta, Senin (17/2/2020) mengatakan, penutupan ini harus harapkan menjadi pelajaran bagi pelaku usaha wisata lainnya untuk lebih bertanggung jawab terhadap bisnis mereka. Sehingga, tak dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba

“Itu menjadi semacam early warning system. Karena sebenarnya banyak tempat seperti itu di Jakarta," kata Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Namun, Yayat enggan menyebutkan tempat-tempat yang dianggapnya melakukan praktik serupa. "Yang pasti, mereka (yang ditutup, red) bisa dibilang, ya, apes saja. Karena sudah ramai disebut-sebut," ungkap dia.

Pendapat serupa disampaikan pengamat dari Forum Warga Kota Jakarta, Azaz Tigor Nainggolan. Ia menyebut, penyalahgunaan narkoba dan prostitusi di tempat hiburan malam sejatinya jamak terjadi di ibu kota.

"Tinggi (jumlahnya, red). Banyak yang menjadikan tempat hiburan sebagai kedok peredaran narkoba dan prostitusi," katanya.

Ditemukan Narkoba

Pencabutan TDUP Restaurant dan Pub Black Owl ini dilakukan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra, melalui Surat Keputusan dengan Nomor 22 Tahun 2020.

"Kami mencabut TDUP berdasarkan surat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Saat ini resmi dicabut," ujar Benni Aguscandra di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menyampaikan ada pelanggaran ketentuan terhadap Peraturan Gubernur No.18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Pasal 54 yang dilakukan Restaurant dan Pub Black Owl.

Hal ini diketahui atas laporan masyarakat dan pemberitaan di sejumlah media massa yang menyebut Restaurant dan Pub Black Owl terindikasi kuat melakukan pelanggaran terhadap penyalahgunaan narkotika pada pengunjung di tempat usahanya.

Pemberitaan pada 15 Februari 2020 yang menyebut 12 pengunjung Restaurant dan Pub Black Owl positif memakai narkoba. Hal ini menandakan adanya kelalaian dari pihak manajemen Black Owl di tempat usahanya.

"Peristiwa tersebut sudah dilakukan peninjauan dan penggalian informasi kepada pelaku usaha atas kegiatan pemberantasan narkotika oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya," tambahnya.

Maka, terhitung sejak 17 Februari 2020, Restaurant dan Pub Black Owl dipastikan tidak diizinkan beroperasi lagi.