Pengerjaan Rute Formula E Pada April Selesai, Hari: GBK Atau Monas Masih On The Track

Harian Terbit/Sammy
Pengerjaan Rute Formula E Pada April Selesai, Hari: GBK Atau Monas Masih On The Track
Ilustrasi (ist)

Pengerjaan rute untuk ajang balap mobil listrik, Formula E, dipastikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta meyakini hal tersebut.

"Tidak ada masalah. Keduanya tidak ada masalah. Masih 'on the track'. Mau di GBK, mau di Monas masih 'on the track' Sebelum Juni selesai," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Bahkan, ia menargetkan pengerjaan lintasan untuk Formula E selesai pada bulan April mendatang. Pengerjaan lintasan juga sudah dihitung dalam kajian pembuatan lintasan di Jakarta oleh pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA).

"Semua sudah diperhitungkan. Secara, ini (pengerjaan lintasan) tidak masalah tinggal memfinalkan (rute) saja. Ya 'on schedule' (sesuai jadwal). Pokoknya waktunya 'on schedule'," tuturnya.

Ia menuturkan, hal tersebut setelah menghadiri rapat terkait pembahasan Formula E bersama Anies Baswedan beserta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. 

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa malam ini, Gubernur DKI Jakarta akan bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas lebih lanjut izin rute penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu.

Dalam pertemuan tersebut, Anies bakal menanyakan perihal catatan-catatan yang diberikan oleh Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka terkait izin lintasan Formula E yang diperbolehkan. Selain hal tersebut, dalam pertemuan itu juga akan dikonsultasikan rute alternatif yang telah disiapkan.

"Kan ada dua pilihan, kalau seandainya tidak diperbolehkan di Monas kan di area GBK. Tapi kalau diperbolehkan di Monas ya kita tindaklanjuti," paparnya.

Pertimbangkan Fungsi

Dipilihnya Kawasan Monas, Jakarta Pusat, sebagai tempat pelaksanaan balapan Formula E dinilai dapat menggangu aktivitas publik. Apalagi Monas yang masuk dalam Kawasan Medan Merdeka mempunyai fungsi yang majemuk.

Arsitek Setiadi Sopandi menilai pemilihan Kawasan Medan Merdeka sebagai tempat pelaksanaan Formula E dapat mengganggu aktivitas publik. Apalagi di Medan Merdeka memiliki fungsi majemuk, bukan cuma ruang terbuka yang istilahnya ruang rekreasi masyarakat.

"Tapi di situ juga ada monumen cagar budaya, ada Gambir, terus ring satu pemerintahan, dan juga jadi hub lalu lintas. Kalau misalnya terjadi sesuatu yang sifatnya insidentil itu semua enggak boleh terganggu, karena sifatnya vital. Apalagi Gambir sifatnya statasiun transportasi menghubungkan antarkota dan provinsi," kata Setiadi kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Arsitek yang juga penulis buku Friedrich Silaban perancang kawasan Medan Merdeka ini mengatakan, menghadirkan event itu baik jika ditempatkan di tempat yang semestinya seperti Asian Games di GBK misalnya. Kita sudah punya stadion dengan kompleks olahraga yang besar yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik. 

“Dengan adanya event itu jadi dimanfaatkan kembali jadi punya strategi baru untuk kedepannya. Itu kan sebenarnya penyelesaian masalah dengan event," kata Setiadi.

Setiadi berharap Pemprov DKI bisa mengkaji ulang pemilihan Monas sebagai tempat pelaksanaan Formula E. Jangan sampai, Pemprov DKI dinilai sembarangan dalam mengelola Ibu Kota.

"Intinya sih Jakarta punya strategi seperti apa, itu kan kita enggak bisa bilang bahwa itu ada tanah di situ pakai saja, Jakarta sendiri punya strategi enggak sih? Masterplannya seperti apa, daerah mana, land usenya, penggunaannya lahan, tata guna lahannya kayak gimana, mana cocok untuk dimana, tidak tiba-tiba asal tunjuk. Kalau seperti itu ngapain kita punya rencana," ucapnya.