Dua Kandidat Cawagub DKI, Peluang Ariza dan Ancah Sama Kuat

Harian Terbit/Sammy
Dua Kandidat Cawagub DKI, Peluang Ariza dan Ancah Sama Kuat
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Jelang momentum pemilihan Wakil Gubernur oleh para Anggota Legislatif DKI, berbagai kalangan menilai, kedua Calon Wakil Gubernur yakni Ahmad Riza Patria (Ariza) dan Nurmansjah Lubis (Bang Ancah) memiliki peluang sama kuat.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai, sosok Cawagub asal Partai Gerindra Ahmad Riza Patria (Ariza) memang sedang berada di atas angin. Namun menurutnya, sosok Cawagub DKI Jakarta asal PKS Nurmansjah Lubis (Ancah) dinilai lebih berpeluang mendampingi Anies Baswedan.

Hendri melihat ada beberapa faktor yang bisa mengangkat Ancah sebagai pemenang dan duduk di kursi pemimpin nomor dua di Jakarta. Menurut Hensat, faktor pertama, PKS bisa mendapatkan suara tambahan dari Partai NasDem. 

"Hal ini bisa terjadi karena pengaruh silaturahmi kebangsaan yang dilakukan oleh Presiden PKS Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh," kata Hendri di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Faktor kedua, lanjut Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi itu, peluang kemenangan Ancah datang dari Anies Baswedan yang menginginkan Cawagub yang lebih low profile dan tidak membuatnya merasa terancam dalam Pilkada selanjutnya. 

Lebih lanjut, Hendri menyebutkan, faktor latar belakang dan kedekatan terhadap masyarakat sangatlah diperlukan. Tak hanya itu, kepatuhan terhadap hukum juga sangat diperhitungkan dalam pemilihan di DPRD. 

"Kalau dilihat semuanya ini masih imbang, Riza dan Nurmansjah Lubis. Per hari ini, Riza tidak bisa disebutkan di atas angin karena imbang. Karena Nurmansjah Lubis menarik dukungan Anies Baswedan dan dukungan anggota DPRD Jakarta," pungkasnya.

Peluang Ariza

Tak senada dengan Hendri, Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, memprediksi kesempatan Riza Patria untuk mendampingi Gubernur Anies Baswedan lebih besar.

"Menurut saya, kans Riza itu sudah di angka 80 persen. Bahkan bisa saja dia genap menang mutlak," ujar Ray di Jakarta, Minggu (10/2/2020).

Terdapat tiga alasan yang mendasari prediksi Ray. Pertama, PKS tidak memiliki pendukung yang lebih banyak ketimbang Gerindra di DPRD DKI Jakarta.

Yang kedua, lanjut Ray, PKS juga tidak bisa mempertahankan jatah kursi Wagub, sebagaimana komitmen antara Presiden PKS, Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Sementara yang Ketiga, Anies Baswedan selaku Gubernur bersikap netral alias tidak mendukung partai manapun. "Jadi besar kemungkinan akan diambil oleh Riza Patria,” pungkas Ray.

Pesan Sandiaga 

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menilai, dua cawagub DKI Jakarta yakni, Ahmad Riza Patria dan Nurmansyah Lubis sama-sama memiliki peluang besar. Karena keduanya sama-sama punya kapasitas untuk jadi wagub. Khusus pada Riza Patria, Sandiaga berpesan.

"Saya bilang, Pak Riza ini harus dekat dengan rakyat. Pak Riza Patria memiliki peluang yang sangat baik untuk berkontribusi pada masyarakat," kata Sandiaga Uno di kediaman Ketua DPD Gerindra, M Taufil di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (9/2/2020).

Adapun hampir 18 bulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjomblo sejak ditinggalkan Wagub Sandiaga Uno. Karenanya saat ini, Anies patut berbahagia karena dalam waktu yang tidak akan lama lagi akan mendapatkan pendamping baru. 

"Kalau dengan Riza Patria sering ketemunya di acara," ujar Anies Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, kemarin.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku tidak ada lobi politik yang dilakukan dirinya terhadap kedua kandidat wagub. Pasalnya, keputusan pilihan Cawagub bukan berada di tangannya melainkan 106 anggota DPRD DKI Jakarta. 

"Ini kewenangannya ada di DPRD. Mudah-mudahan segera diproses oleh DPRD, gitu ya," pungkas Anies.

Revisi Draft Tatib

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah, mendorong agar DPRD tak berleha-leha dalam proses pemilihan wagub. Karena, hal itu sangat merugikan warga Jakarta sendiri. 

"Warga sudah terlalu lama menunggu kehadiran wagub. DPRD jangan tunda-tunda lagi pemilihannya," kata Amir saat di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Amir juga mendorong DPRD merevisi draft tata tertib (tatib) yang dibuat pansus lama. Karena masih sarat multi tafsir. 

Berdasarkan draft usulan tatib cawagub yang dibuat pansus DPRD DKI periode 2014-2019, Amir menegaskan anggota dewan saat ini harus kerja cepat untuk membuat dan mengoreksi tatib cawagub lama ini.

Ditambahkan Amir, salah satu pasal yang multi tafsir antara lain, yang memilih nanti adalah panitia pemilihan bukan 106 anggota DPRD DKI. Kemudian, adanya sanksi hukum bila cawagub mundur dari proses pemilihan. Boleh saya pastikan, draft tatib pemilihan cawagub lama ini masih amburadul.

"Artinya, setiap pasal di tatib itu harus dikoreksi agar tidak multi tafsir. Kalau tidak, warga Jakarta harus bersabar menunggu adanya wagub yang defenitif," ujar Amir.