IBL Pertamax 2020

SM Tundukkan Satya Wacana Setelah Lambat Diawal

Hermansyah
SM Tundukkan Satya Wacana Setelah Lambat Diawal
Pemain Satria Muda Pertamina, Gary Jacobs Jr (kanan) menjaga ketat pertahanannya, menghadang pergerakkan pemain Satya Wacana, Leshirom Montrell Williams

Yogyakarta, HanTer - Satria Muda Pertamina akhirnya sukses meraih kemenangan dalam lanjutan IBL Pertamax 2020 Seri IV yang berlangsung di di GOR Among Rogo Yogyakarta, Jumat 7 Februari. Menghadapi Satya Wacana Salatiga, tim besutan Milos Pejic itu menang dengan skor 78-59 melalui start yang lamban.

Pemain impor Starria Muda, Gary Jacobs Jr, menjadi yang tersubur bagi klub tersebut dengan mengoleksi 19 poin, sembilan rebounds dan lima assist dengan minute play 32:05. Disusul Avan Seputra yang menudlang 13 angka bagi timnya ketika diberi waktu main sebanyak 22:52 menit oleh Milos Pejic.

Sedangkan dari kubu Satya Wacana Salatiga, Leshirom Montrell Williams sangat mendominasi laga ketika diberi waktu bermain 36:04 menit dengan mengoleksi 24 poin, sembilan rebounds, sekaligus menjadi pencetak angka terbanyak bagi klubnya.

Satya Wacana Salatiga memegang kendali permainan di kuarter pertama. Hal tersebut terlihat ketika pasukan Efri Meldy itu menutup 10 menit pertama dengan keunggulan 24-19. Akan tetapi, Satria Muda mampu mengambil alih permainan di kuarter dua dengan memperketat pertahanan, hal hasil Cassiopeia Thomas Manuputty cs hanya mampu mendulang tujuh angka sedangkan Juan Laurent cs sukses menambah 15 angka, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 34-31 untuk Satria Muda.

Skema yang sama coba diterapkan Milos Pejic kepada anak asuhnya di kuarter tiga dengan memperketat pertahanan. Hingga berakhirnya 10 menit ketiga, mereka mampu mengoleksi 25 angka, sedangkan Satya Wacana hanya bisa menambah 14 poin. Satria Muda makin unggul di kuarter tiga ini dengan skor 59-45.

Begitupun di kuarter pamungkas. Satria Muda tampil makin trengginas. Mereka sukses meraih poin di kuarter ini sebanyak 19 angka, sedangkan Satya Wacana tak lebih dari 14 poin.

Usai laga, Milos Pejic mengakui jika anak asuhnya mengawali laga dengan lambat. "Anak anak lambat start, mereka mengawali game dengan low energy. Babak kedua saya minta mereka memperketat defense. Semuanya diawali dari defense," kata Milos Pejic.

Tak hanya itu, pelatih asal Serbia itu juga menyebut jika Satya Wacana Salatiga sangat bagus melepaskan tembakan sehingga menghasilkan poin di awal-awal laga. "Kuarter pertama lawan juga bagus dalam melepaskan tembakan," akunya.

Lambatnya start, diamini oleh shooting guard Satria Muda, Avan Seputra. "Kami masih mencari flow. Kuarter kedua mulai dapat dan babak berikutnya membaik. Start from defence, " tutur Avan.

Sementara itu, pelatih Satya Wacana, Efri Meldy mengatakan bahwa kehilangan Hal Shane Heyward yang cedera amat berpengaruh bagi Satya Wacana. "Anak-anak jadi kepikiran bagaimana menghadapi big man lawan tanpa Heyward," ucap Efri Meldy. 

"Kuarter kedua, Satria Muda sudah mulai membaca defense kami. Memang muncul kelemahan tanpa ada Heyward," pungkas Meldy.