Mangkir Diperiksa KPK; Nurhadi Kembali Ajukan Praperadilan

nurhadi
Mangkir Diperiksa KPK; Nurhadi Kembali Ajukan Praperadilan


Jakarta, HanTer - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) NHD bersama RHE swasta atau menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal HS kembali mengakukan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan.

Tiga orang itu telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di MA pada 2011-2016.

"Rabu, 5 Februari ini kami sudah ajukan gugatan praperadilan klien kami terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatannya sudah terdaftar juga hari ini," kata Kuasa Hukum NHD, Maqdir Ismail di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan gugatan praperadilan kali ini berbeda dengan materi gugatan praperadilan sebelumnya yang diputuskan ditolak oleh Hakim Tunggal PN Jakarta Selatan.

Dalam gugatan yang baru itu, kata dia, secara spesifik ingin menguji tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) penetapan RHE sebagai tersangka yang tidak diberikan KPK secara langsung dan diterima langsung oleh RHE.

"SPDP itu kan syaratnya harus sampai ke orang yang ditetapkan. RHE baru mengetahui dari orang yang dipanggil sebagai saksi," ucap Maqdir.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah mengirimkan surat ke KPK memberitahukan adanya gugatan praperadilan tersebut.

Selanjutnya, ia juga meminta KPK untuk menunda upaya-upaya paksa dalam penyidikan mulai dari pemeriksaan saksi hingga penjemputan paksa.

"Jadi, hentikan dulu sementara waktu penyidikan kasus ini, pemanggilan saksi, pemanggilan tersangka, dan penjemputan paksa. Kami sampaikan surat ini juga agar bisa kita hargai bersama proses hukum yang ada di praperadilan," ujar Maqdir.