Pembantu Curi Uang Bos Kuliner di Jakbar Hingga Rp4,25 Miliar

Danial
Pembantu Curi Uang Bos Kuliner di Jakbar Hingga Rp4,25 Miliar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Jakarta, HanTer - Pembantu rumah tangga atau yang juga dikenal dengam sebutan asisten rumah tangga (ART) bekerjasama merampok uang senilai Rp 4,25 miliar yang ditaruh di dalam tiga koper.

Uang sebanyak itu dicuri dari majikannya yang berprofesi sebagai seorang pengusaha kuliner di kawasan Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para pelaku yakni TOM, YUL, PAR, SUA, dan WIS. Tiga dari lima merupakan asisten rumah tangga dari korban berinisial LN.

"TOM bekerja sebagai satpam di rumah korban. YUL (66), bekerja sebagai sopir. Sedangkan WIS (27) pengasuh binatang pemeliharaan," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa 4 Februari 2020

Dijelaskan, YUL adalah dalang dari perampokan ini, mengajak dua teman tongkrongannya PAR dan SUA untuk ikut serta. Mereka beraksi pada 31 Desember 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah sedang ke luar negeri untuk merayakan liburan tahun baru di Amerika. Pelaku pun leluasa menggasak seluruh uang tersimpan di salah satu ruangan.

Lanjut Yusri, yang dirampok adalah tiga koper berisi uang senilai Rp 4,25 miliar. Uang itu sengaja disiapkan untuk membayar gaji para karyawan yang bekerja di usaha kuliner milik LN.

"Pada saat kami minta keterangan korban, uang sengaja ditaruh untuk membayar gaji karyawan. Kebetulan korban saat itu sedang berlibur ke Amerika dan tak mau diganggu akhirnya ditaruh disana. Biar nanti sekertaris yang mengambil di rumahnya itu," ujar dia.

Menurut Yusri, kasus ini terungkap setelah seorang sekretaris korban pada hari H hendak menyetorkan gaji karyawan. Bosnya, LN menyuruh mengambil koper yang berada di dalam kamar rumah. Tapi ternyata, koper itu telah raib.

"Bos mengarahkan untuk mengumpulkan asisten rumah tangga. Salah satu asisten diambil dari yayasan jasa pengamanan. Sehingga Bosnya menghubungi yayasan yang bertanggung jawab untuk mengklarifikasi," beber Yusri menerangkan proses hasil pemeriksaan.

Yusri mengungkapkan, pada saat kejadian dua dari tiga karyawan yaitu YUL dan WIS masih bekerja. Sehingga, sekretaris LN menginterogasi adanya perampokan secara bersamaan.

"Pada saat itu tidak mengakui. Nah pada saat jam makan siang, keduanya izin keluar dan sekretaris tidak menaruh kecurigaan. Tapi ketika dikumpulkan kembali nggak muncul-muncul," pungkas Yusri dan menambahkan uang hasil rampokan tersebut, kemudian dibagi-bagi oleh mereka.