Kamera ETLE Bakal Dipasang di Tiga Jalan Layang Non Tol

zamzam
Kamera ETLE Bakal Dipasang di Tiga Jalan Layang Non Tol



Jakarta, HanTer - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memasang kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) pada tiga Jalan Layang Non Tol (JLNT) di wilayah DKI Jakarta.

"Kita akan pasang kamera pada tiga JLNT itu karena cukup tinggi pelanggaran khusus untuk sepeda motor," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusuf di Jakarta, Senin (3/2/2020)

Ketiga jalan layang itu, yakni Kampung Melayu-Tanah Abang, Antasari dan Daan Mogot yang kerap dilintasi pengendara sepeda motor. Pengendara sepeda motor sering tidak mematuhi aturan larangan melintasi jalan layang meskipun dipasang rambu-rambu.

Bahkan pengendara melawan arus ketika petugas berjaga di turunan jalan layang non tol. Akibatnya berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Sejauh ini, kamera ETLE portable
dipasang secara bergilir pada tiga jalan layang non tol tersebut karena keterbatasan peralatan.

Petugas akan menindak pengendara sepeda motor yang melintasi jalan layang non tol tersebut berdasarkan bukti tangkap layar melalui kamera ETLE portable.

Sejauh ini, petugas Polda Metro Jaya telah memasang 12 kamera teknologi tinggi untuk penegakkan hukum terhadap pengendara di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman.

Pada akhir Februari 2020, Pemprov DKI Jakarta membantu Ditlantas Polda Metro Jaya menambah 45 kamera ETLE di seluruh wilayah ibu kota dan sekitarnya.


Gelar Sosialisasi

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Senin (3/2/2020) menggelar sosialisasi pemberlakuan tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) untuk kendaraan roda dua di simpang Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat.

Sosialisasi dilaksanakan oleh personel Ditlantas dengan membentangkan spanduk dan membagikan selebaran mengenai jenis-jenis pelanggaran yang direkam melalui kamera ETLE.

Petugas juga memberikan arahan keselamatan seperti mengingatkan pengendara motor untuk mengancingkan helm.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, 341 pesepeda motor melanggar lalu lintas berdasarkan rekaman kamera ETLE selama dua hari masa percobaan.

"Sebanyak 341 pemotor melanggar lalu lintas berdasarkan hasil capture pelanggaran pada empat lokasi selama dua hari," kata Fahri.

Jenis pelanggaran terbanyak, yakni pesepeda motor yang melintasi jalur busway sebanyak 171 kasus. Pelanggaran melintasi jalur busway terbanyak di Halte Duren Tiga Koridor 6 Transjakarta mencapai 124 kasus.

Penindakan dalam bentuk tilang mulai diberikan per 1 Februari. Pelanggar tetap mendapatkan surat berisi bukti pelanggaran yang dilakukan, hanya saja surat tersebut masih sebatas peringatan.

Kemudian per 3 Februari sanksi tilang mulai diberlakukan. Tilang elektronik untuk kendaraan roda dua dan roda empat mempunyai prosedur yang sama mulai dari tertangkap kamera hingga pemblokiran STNK.

#Kamera   #ETLE   #Bakal   #Dipasang   #di   #Jalan   #Layang   #Non   #Tol