KLHK Selamatkan Bayi Orangutan Dari Perdagangan Ilegal

Hermansyah
KLHK Selamatkan Bayi Orangutan Dari Perdagangan Ilegal
Ilustrasi bayi orangutan

Jakarta, HanTer - Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelamatkan dua bayi orangutan Sumatra yang terancam punah dari perdagangan satwa liar dan menahan seorang lelaki yang diduga melakukan perdagangan ilegal.

Dua bayi orangutan Sumatra ditangkap di rumah tersangka yang berlokasi di Dusun Kwala Nibung, Desa Pula Rambung, Kecamatan Bohorok, Langkat, Sumatera Utara. Direktur Jenderal Penegakan Hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Rasio Ridho mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (2/2/2020).

Pria 38 tahun dengan inisial IG, yang memiliki bayi orangutan, dinyatakan sebagai tersangka perdagangan satwa liar dan dapat menghadapi hukuman penjara lima tahun dan denda 100 juta rupiah jika dinyatakan bersalah . "IG ditahan setelah penggerebekan di rumahnya," menurut Rasio.

Pejabat itu mendesak semua pihak yang terlibat untuk memerangi perdagangan satwa liar, menekankan bahwa pemerintah telah memprioritaskan perlindungan hewan langka. "Kita harus melindungi keanekaragaman hayati kita terutama orangutan karena ia adalah hewan eksotik dan hanya ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, pelaku kejahatan terhadap orangutan harus dihukum sekeras mungkin," katanya.

Berdasarkan bukti, IG diyakini menjadi anggota dari sebuah lingkaran internasional perdagangan hewan, menurut Jefri Susianto, kepala Pusat Taman Nasional Gunung Leuser di provinsi tersebut.

Populasi orangutan Sumatra, yang merupakan salah satu dari tiga spesies orangutan dan hanya ada di pulau Sumatra, Indonesia diperkirakan sekitar 7.000 pada 2015.