RSU Adhyaksa: Tak Ada Pemukulan terhadap Kivlan Zein

zamzam
 RSU Adhyaksa:  Tak Ada Pemukulan terhadap Kivlan Zein

Jakarta, HanTer - Direktur Rumah Sakit Umum  (RSU) Adhayksa, dr Dyah Eko Putranti mengakui pihaknya pernah memeriksa kesehatan Mayjen (purn) Kivlan Zein pada 2 September 2019. Namun tidak ada pemukulan yang dilakukan salah satu dokter rumah sakit itu kepada Kivlan sebagaimana viral di media sosial (medsos).

"Pemeriksaan dilakukan pada dua September, kami diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk memeriksa kesehatan yang bersangkutan, dan kami datang ke rumah tahanan POM Guntur," ujar dr Dyah di Jakarta, Jumat (31/1/2020)

Dia menegaskan Kivlan diperiksa kesehatannya berdasarkan permintaan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI. Selanjutnya Direktur RS Adhyaksa memerintahkan dr Yohan Wenas untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di rutan POM Guntur.

Dari hasil pemeriksaan diketahui Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan sehingga tidak perlu dirujuk untuk dirawat di salah satu rumah sakit.

Usai melakukan pemeriksaan dr Yohan keluar dari ruangan Kivlan, namun sebelum jauh meninggalkan ruangan, tas dr Yohan tertinggal di ruangan Kivlan, sehingga dia kembali lagi.

Di dalam ruangan tersebut, ada dua orang pengacara Kivlan dan Kivlan. Saat Yonas ingin mengambil tas, dua pengacara menghadang dr Yonas dan menutup pintu ruangan.

“Kivlan meminta agar dr Yonas membacakan surat hasil pemeriksaan, namun saat dibacakan Kivlan merebut surat itu, dan terjadi rebutan surat," dr Dyah.

Dr Yonas bermaksud untuk meminta kembali surat hasil pemeriksaan kepada Kivlan, namun Kivlan teriak 'saya dipukul, saya dipukul,' padahal  tidak ada terjadi pemukulan," ujarnya.

dr Dyah menyatakan pernyataan yang menerangkan Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan dituangkan ke dalam surat hasil pemeriksaan oleh dr Yohan Wenas dan akan disampaikan ke dr Dyah.

Pemeriksaan terhadap Kivlan yakni berupa analisa kesehatan dari tanya jawab dokter dengan yang bersangkutan mengenai keluhan Kivlan, tekanan darah serta vital sign.


Sesuai Prosedur

Pada kesempatan sama Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menegaskan penanganan perkara terdakwa Kivlan Zein telah sesuai prosedur dan hukum acara yang berlaku.

“Kami memonitor adanya gerakan dan ajakan-ajakan untuk mempengaruhi berita itu, seolah-olah ada seseorang (Kivlan Zen) dipukul oleh dokter RSU Adhyaksa,” ujarnya.

Hari menyatakan Kejaksaan meluruskan pemberitaan yang viral di medsos, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Kita inginkan damai, sehingga tidak ada persoalan yang meresahkan masyarakat,” ujar Hari.

Hari menambahkan pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur.

#Bantah   #Tak   #Ada   #Pemukulan   #Kivlan   #Zein