Polisi Ungkap Peredaran 288 Kg Sabu di Serpong, Tiga Bandar Ditembak Mati

Oni
Polisi Ungkap Peredaran 288 Kg Sabu di Serpong, Tiga Bandar Ditembak Mati

Jakarta, HanTer - Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap pengiriman sabu-sabu sebanyak 288 kilogram di Perumahan Cluster Symphonia Serpong, Pagedangan, Tangerang Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, nilai dari pengungkapan besar narkoba ini mencapai Rp864 miliar.

Pengungkapan yang dipimpin langsung oleh Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Herry Heriawan, juga terpaksa harus melakukan tindakan tegas terhadap tiga orang pelaku.

Ketiga orang yang merupakan bandar sabu-sabu itu ditembak mati karena melakukan perlawanan dengan menembak saat petugas menghentikan kendaraan yang membawa 288 kilogram sabu itu.

"Pelaku melakukan perlawanan dengan menembak petugas," kata Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (31/1/2020).

Karena hal itu, Yusri menuturkan petugas memberikan tembakan peringatan tiga kali namun pelaku tetap melakukan perlawanan.

"Sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur," ujar Yusri.

Selanjutnya, petugas membawa ketiga pelaku berinisial GUN, AM, dan IA ke Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur, guna proses otopsi dan penyidikan lebih lanjut.

Dikatakan Yusri, ketiga tersangka narkoba itu termasuk jaringan internasional yang akan mengedarkan narkoba di Jakarta.

Kasus penyelundupan narkoba ini dilakukan dengan modus memasukkan ke dalam mobil boks bernomor polisi B-9004-PHX.

Awalnya polisi menerima informasi adanya jaringan sabu yang melintasi Tol Merak menuju Jakarta menggunakan mobil boks.

Kemudian anggota Opsnal Subdit II dan III Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menyisir di jalan tol KM 23 Tol Jakarta-Merak di kawasan Lippo Karawaci, Kota Tangerang.

Polisi mengawasi kendaraan boks dan mengejar, serta menghentikan kendaraan berkecepatan tinggi tersebut.

Namun para pelaku tetap melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga dilakukan penangkapan di tempat kejadian tersebut.

Polisi telah memantau jaringan internasional itu sejak sebulan lalu hingga barang haram itu masuk ke Jakarta.