Predator Seksual Terhadap Anak Pantas Dikebiri

sammy
 Predator Seksual Terhadap Anak Pantas Dikebiri

 

Jakarta, HanTer - Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, menyatakan perlunya pola tindak tegas bagi aktor pelecehan seksual.

Adapun dirinya mengaku keberatan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual anak-anak. Menurutnya, jika hukuman kebiri di lembagakan, maka potensi tindak kekerasan terhadap anak akan semakin meningkat.

"Sebab pelaku akan mencari pola baru untuk melakukan tindak kekerasan dan yang menjadi sasaran tidak saja anak-anak tetapi korbannya bisa siapa saja," terangnya di Jakarta, Minggu (26/1/2020).

"Daripada kebiri, saya justru menawarkan hukuman mati bagi predator seksual. Menurut hati nurani saya lebih baik dihukum mati saja. Apakah itu melanggar HAM? Tidak ada hukuman di muka bumi ini yang tidak melanggar HAM," tambah Reza.

Menurut Reza, tindakan kebiri sebagai hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan, dengan sendirinya menjadi beban anggaran negara.

"Logikanya kalau untuk pelaksanaan kebiri dengan semua konsekuensinya harus dibiayai rakyat melalui pajak," katanya.

Kebiri melalui suntikan misalnya, menurut Reza harus diberlakukan dengan berjangka.

"Jangan berpikir kebiri suntikan dengan unsur kimiawi itu bebas dari efek samping seperti mendorong kejiwaan orang yang dikebiri jadi depresi dan itu pintu masuk untuk bunuh diri," ungkapnya.

Untuk mengurangi depresi, lanjutnya, predator harus berurusan dengan dokter dan rumah sakit.

"Itu artinya Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga dipakai predator karena itu memang haknya sebagai masyarakat. Kalau saya pribadi, tentu tidak akan pernah mau pajak yang saya bayarkan dipakai untuk merawat predator seksual," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, oknum pelecehan seksual atau predator seksual anak-anak di kawasan Rawa Bebek, Jakarta Utara sempat menghebohkan warga ibu kota.

Kasus tersebut, tentunya menjadi ancaman yang mengerikan bagi anak-anak. Dan, membuat para orang tua harus ekstra waspada dalam mengawasi pergaulan dan keberadaan buah hati mereka, agar tidak menjadi mangsa dari kejahatan seksual yang menyimpang.