Politisi Gerindra, Syarif: Mal Taman Anggrek Belum Menyerahkan Kewajiban Fasum/Fasos

***
Politisi Gerindra, Syarif: Mal Taman Anggrek Belum Menyerahkan Kewajiban Fasum/Fasos
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Menyusul banjir yang melanda ibukota pada awal Januari 2020 ini, sejumlah mal terpaksa tidak beroperasi demi keselamatan para pengunjungnya. Atas kejadian itu, tiga mal berencana menuntut ganti rugi kepada Pemprov DKI Jakarta.

Salah satunya adalah Mal Taman Anggrek yang terpaksa tutup karena kerusakan mesin pembangkit listrik akibat terendam banjir.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif justru menduga Mal Taman Anggrek menjadi salah satu pengembang yang hingga kini belum menyerahkan kewajiban fasum/fasos ke Pemprov DKI Jakarta. 

"Saya sudah menerima laporan bahwa Mal Taman Anggrek belum menyerahkan kewajiban fasum/fasos," kata Syarif saat dihubungi, Rabu (15/1).

Selain Mal Taman Anggrek, Syarif mensinyalir masih banyak pengembang lain yang masih mengemplang fasum/fasos.

"Untuk memastikannya, besok kita akan melakukan pengecekan ke Citata (Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta)," ujar politisi Gerindra ini.

Secara terpisah, tokoh muda Betawi Muhidin Muchtar meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek kembali kewajiban penyerahan fasum/ fasos

"Sebelum era Anies banyak pengusaha nakal yang mengemplang pajak dan kewajiban fasum/ fasos. Makanya Pak Anies harus mengecek lagi, apakah Mal Taman Anggrek sudah memenuhi kewajiban fasum/ fasosnya," kata Muhidin, Rabu (15/1).
Bukan cuma itu, Mal Taman Anggrek juga menempati lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota.

"Setelah mencuat kasus ini, publik baru tahu kalau ternyata Mal Taman Anggrek berdiri di jalur non komersil," ujar Muhidin.
Berdasarkan master plan DKI Jakarta 1985 -2005, Mal Taman Anggrek berada di area urban forest (hutan kota). 

Kata Muhidin, tentunya dengan berubah fungsinya menjadi mal, harus diikuti dengan sejumlah persyaratan-persyaratan yang khusus.

"Saya tegaskan, Pak Anies harus mengecek lagi. Bila diltemukan kejanggalan, segera proses sesuai hukum yang berlaku," ucap Muhidin.

Muhidin menyarankan, sepatutnya pemilik Mal Taman Anggrek lebih mengedepankan aksi sosial kepada masyarakat yang terdampak banjir, bukan membuat kisruh suasana. 

"Harusnya mereka duduk bareng dengan Pemprov DKI dalam penanggulangan banjir. Misalnya dengan penambahan rumah pompa di sekitar wilayah tersebut yang dananya diambil dari CSR. Atau mereka berinisiatif membangun sistem drainase terpadu di seluruh kawasan niaga tersebut bekerjasama dengan Pemprov DKI,” tutup Muhidin.
 

#Syarif   #Mal   #Taman   #Anggrek