Polres Jakbar Periksa Pemilik Gedung Ambruk

zamzam
Polres Jakbar Periksa Pemilik Gedung Ambruk


Jakarta, HanTer - Polres Metro Jakarta Barat memeriksa pemilik gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah Jakarta Barat, BB (59).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Teuku Arsya mengatakan BB langsung diperiksa setelah kembali ke Jakarta dari Batam.

"Yang bersangkutan langsung ke Polres Jakbar," ujar Arsya di Jakarta, Selasa (7/1/2020)

Polisi kini mendalami perawatan dan perizinan yang dimiliki gedung tersebut.

Sejak kemarin, lima orang karyawan minimarket Alfamart yang ada di dalam lantai dasar gedung diperiksa polisi.

"Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polres termasuk perijinan yang dimiliki," kata dia.

Sebelumnya, gedung empat lantai ambruk di Jalan Brigjen Katamso Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, Senin pagi yang dipergunakan sebagai minimarket.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB. Kondisi gedung tersebut kini ambles dari lantai teratas sampai lantai kedua gedung.

Sedangkan lantai dasar gedung yang dijadikan minimarket terlihat tidak hancur sepenuhnya. Beberapa kendaraan tampak tertimpa reruntuhan.

Sebanyak 11 orang menjadi korban gedung ambruk dan berhasil dievakuasi dan telah dibawa ke dua rumah sakit yaitu RSUD Tarakan dan RS Pelni Jakarta.

Dari data yang dihimpun, tiga korban telah dibawa ke RSUD Tarakan yakni Febriani (27) warga Tanjung Duren Raya Nomor 2 RT 10/2 Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kemudian, Muhammad Iqbal (37) warga Jalan Mangga IV, RT 001/02, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.



Akibat Proses Korosi

Terpisah Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyebut gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah Jakarta Barat terjadi akibat proses korosi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya menyebut ambruknya gedung empat lantai itu diduga karena adanya korosi atau perkaratan besi  rangka bangunan.

"Dari hasil pengamatan dan analisa awal yang bisa kita simpulkan sebagai awal itu akibat adanya korosi daripada air ke dalam struktur beton sehingga sambungan-sambungan tiang itu telah mengalami pelapukan akibat proses korosi," kata Ulung di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Ulung memperkirakan proses korosi di bangunan tersebut sudah cukup lama hingga ambruk pada Senin (6/1/2020) karena tak kuat menahan beban bangunan.
 

#bangunan   #ambruk   #di   #slipi