Caleg Gagal Dilaporkan Perkara Penipuan

Safari
Caleg Gagal Dilaporkan Perkara Penipuan
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Ade Utama (40), korban perkara penipuan meminta polisi menindaklanjuti pelaporan terhadap GZL, caleg yang gagal maju sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Karena hingga kini nasib pelaporannya masih terkatung katung mengambang belum ada tindak lebih lanjutnya.

Ade juga telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polda Metro  dengan tanda bukti lapor bernomor TBL /3614/V/2019/PMJ/ DL Reskrimum Polda Metro Jaya, Minggu (10/6/2019).

"Kami (pelapor) juga melapor ke Polres Metro Jaksel pada bulan Februari dengan terlapor bernama GZL. Kami meminta polisi menindaklanjuti laporan di Polres Metro Jaksel terkait perkara penipuan pasal 378 KUHP pada bulan februari 2019 itu," kata Ade di Jakarta, Rabu (1/1/2020).

Ade menuturkan, dugaan penipuan yang dialaminya berawal ketika terlapor meminta bantuan pinjaman dengan dalih 2 minggu. Namun saat ditagih menghilang sampai kemudian membuat pernyataan akan diselesaikan tapi tetap menghilang lagi.
Saat dilaporkan, jelas barang yang digadaikan untuk pinjaman itu barang orang lain dan bermasalah, hingga unsur penipuan dan penggelapan.

"Ditambah, pasal lain, berikut saksi saksi dan transfer dari bank yang sudah diperiksa penyidik. Kenapa tidak segera ditangksp dan diproses ke tahap lanjutan?," ujarnya.

Perlu diketahui, terlapor GZL sempat menjadi caleg di wilayah Ibu kota DKI Jakarta, namun gagal. Ade pun mempertanyakan kemungkinan laporan tidak dilanjuti karena terlapor adalah elite parpol dan dekat dengan petinggi negara. Padahal terlapor diduga melakukan penipuan dan penggelapan. 

"Bahkan, ada juga kasus yang lain juga, dilaporkan atas tuduhan lain yaitu perampasan. Ada apa, lalu polisi tidak berani memproses tindak pidana tersebut," ujarnya penuh tanda tanya.

"Kami minta institusi Kepolisian harus didesak dan didukung profesionalitas dan tidak takut intervensi oleh pelaku kejahatan," paparnya.

Ade mengaku, pihaknya sudah menjelaskan kerugian pada penyidik saat membuat laporan. Untuk kerugian materi berlipat lipat sampai harus menjual semua mobil miliknya secara murah untuk mengangsur kerugian yang ditimbulkan. Ade mengaku sangat percaya kinerja kepolisian dalam menangani laporan publik.

"Kepada penyidik khususnya di Polres Jakarta Delatan bisa segera memproses laporan kami sesuai hukum yang berlaku. Jangan khawatir dan takut dengan apapun selama unsur perbuatan sudah ada maka tidak ada pihak manapun yang bisa intervensi," pungkasnya.