BPJAMSOSTEK Salemba Sosialisasi Manfaat Program dalam HUT ke-100 RSCM

Arbi
BPJAMSOSTEK Salemba Sosialisasi Manfaat Program dalam HUT ke-100 RSCM
MERIAH: Peserta dan pembicara seminar bertajuk "Standar Program Kesehatan Kerja" di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Jakarta, HanTer - BPJAMSOSTEK Cabang Salemba turut memeriahkan peringatan HUT ke-100 Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12/2019). Kegiatan dilakukan dengan sosialisasi program dan manfaat kepada tenaga medis RSCM, perwakilan produsen obat dan alkes, serta perwakilan dari sejumlah rumah sakit di Jakarta.

Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Pejabat Petugas Sementara (PPS) Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Salemba, Vendrista Yuliana dalam seminar bertajuk “Standar Program Kesehatan Kerja; How to Deal With It!”, yang menghadirkan pembicara dari RSCM, yaitu DR. dr. Astrid B Sulitstomo MPH,SpOk dan dr.Astri Mulyantini Monik, SpOk., dan Hanif Fauzan dari BPJAMSOSTEK Salemba.

“Seminar ini kolaborasi antara RSCM dan BPJAMSOSTEK Salemba untuk mengedukasi kepada tenaga medis di rumah sakit bahwa mereka merupakan kelompok pekerja berisiko tinggi karena berhubungan dengan penyakit, baik secara langsung maupun tidak,” kata Vendrista dalam kesempatan itu.

Ia mengatakan, rumah sakit besar sekelas RSCM saat ini telah mengikutsertakan sekitar 5.000 pegawainya yang non aparatur sipil negara (Non ASN) menjadi peserta BPJAMSOSTEK. “RSCM juga sudah menjadi mitra kami dengan menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK),” kata Vendrita didampingi Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Salemba, Kunyata Fadillah.

Booth BPJAMSOSTEK Salemba di Istora Senayan, Jakarta, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam peringatan HUT ke-100 RSCM.

Program Kembali Bekerja

Dalam sosialisasi ini, Ia juga menginformasikan peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang telah resmi diteken oleh Presiden Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019.

Peningkatan manfaat itu diantaranya santunan kematian dari Rp24 juta menjadi Rp42 juta, santunan pengganti upah sementara tidak mampu bekerja (STMB), sebesar 100 persen selama satu tahun dari upah yang dilaporkan. Beasiswa bagi anak ahli waris peserta yang ditanggung menjadi dua anak, dari sebelumnya hanya satu anak.

Selain itu, juga diberikan biaya home care maksimal sebesar Rp20 juta selama satu tahun dan kenaikan santunan biaya transportasi pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan. “Peningkatan manfaat ini dilakukan tanpa menaikkan iuran kepada peserta,” katanya.

Dalam seminar itu, Wiki, seorang pekerja peserta BPJAMSOSTEK yang mengalami kecelakaan kerja memberikan testimoni manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja- Return to Work (JKK-RTW). Wiki  pada 2017 silam mengalami musibah di pabrik tempatnya bekerja sehingga kakinya harus diamputasi.

Ia mengaku beruntung terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, karena seluruh pengobatannya ditanggung tanpa batasan biaya. Bahkan dalam program JKK-RTW, ia mendapatkan pendampingan dari case manager BPJAMSOSTEK selama proses pengobatan dan perawatan hingga kembali bekerja.

"Dari mulai saya dirawat di rumah sakit sampai kembali bekerja, saya tidak lepas dari pendampingan BPJAMSOSTEK,” katanya, seraya menambahkan biaya prothesa atau kaki buatan juga ditanggung oleh BPJAMSOSTEK. Wiki juga mendapat santunan cacat seluruh kaki akibat kecelakaan kerja sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, DR. dr. Astrid B Sulitstomo MPH,SpOk dan dr.Astri Mulyantini Monik, SpOk., yang menjadi pembicara dalam seminar ini mensosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) termasuk memitigasi potensi dan risiko munculnya penyakit akibat kerja.

“Kepesertaan BPJAMSOSTEK ini penting agar jika terjadi penyakit akibat kerja bisa dicover. iurannya murah kok, cuma Rp16,800 per bulan. Kita makan saja bisa Rp20 ribu untuk sekali makan, buat bayar iuran ya bisa dong,” ucap dr.Astri Mulyantini Monik, SpOk.