Kasus KDRT Warga Panama; Terlapor Bantah Terjadi Penganiayaan

danial/relass
 Kasus KDRT Warga Panama; Terlapor Bantah Terjadi Penganiayaan

Jakarta, HanTer - M. Taufik, kuasa hukum kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) inisila  PSV membantah telah terjadi penganiyaan terhadap RLP selalu pelapor, sebagaimana diberitakan sejumlah media massa belum lama ini.

Pemberitaan itu dinilai sangat merugikan terlapor karena mengarah pada pembunuhan karakter.

"Karena itu  terkait dengan pemberitaan di media online dan televisi, dengan ini kami selaku kuasa hukum PSV ingin meluruskan berita terhadap tuduhan Warga Negara Panama yang mengaku dirinya dianiaya oleh klien kami," ujar M. Taufik dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2019).

Dia menegaskan tidak ada dan tidak pernah terjadi  penganiayaan (KDRT) seperti yang dilaporkan korban.

"Semuanya hanyalah rekayasa pelapor, karena pada waktu kejadian, dirumah orang tua terlapor ada 10 orang saksi yang siap bersaksi, tidak pernah ada kejadian pemukulan dan tidak ada seorangpun yang mendengar atau melihat kejadian pemukulan tersebut. Mengenai adanya wanita lain yang disebut pelapor yang dibawa ke rumah itu hanyalah fitnah belaka, untuk menyudutkan terlapor dan membuat nama baik terlapor menjadi jelek," ujarnya.


Taufik juga mengungkapkan sejak kejadian yaitu 27 Juni 2019 sampai 26 September 2019, pelapor masih tinggal serumah dengan terlapor dan dan masih memeproleh haknya sebagai istri. Mana mungkin pelapor merasa trauma, shock dan ketakutan kalau pelapor masih tinggal serumah dengan terlapor 3 bulan lamanya, yaitu sejak dibuatnya laporan polisi tersebut," ujarnya.

Mengenai baju-baju yang tidak boleh diambil pelapor, menurutnya itu hanya cerita bohong belaka, karena hampir semua lemari baju pelapor yang ada di rumah sudah kosong dan mengenai status warga negara pelapor yang tidak berubah, itu disebabkan  keingin pelapor sendiri yang tidak mau merubah kewarganegaraannya menjadi WNI, Karena pelapor bangga dengan warga negara asingnya.


"Bahwa betul sudah ada laporan, tapi perkara tersebut belum dilimpahkan ke Kejaksaan, dan saya yakin, kalau disidangkan nanti, klien saya bisa di vonis bebas karena semua itu hanya rekayasa belaka. Pemberitaan ini hanya sebuah pembunuhan karakter (character assassination) oleh pelapor terhadap klien kami, untuk itu akan kami pertimbangkan  membuat laporan balik," ujarnya.

 

 

#Kasus   #KDRT   #Warga   #Panama