AMPUN Minta KPK Sikapi Dugaan Korupsi dan Suap Perjanjian Konsesi PT KCN dengan KSOP V Marunda

Sammy
AMPUN Minta KPK Sikapi Dugaan Korupsi dan Suap Perjanjian Konsesi PT KCN dengan KSOP V Marunda
Unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara (ist)

Jakarta, HanTer - Ratusan demonstran dari Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara (AMPUN) berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (29/11/2019). Unjuk rasa tersebut guna meminta KPK menyikapi dugaan korupsi dan suap akibat dari perjanjian konsesi yang dilakukan oleh PT.KCN dengan KSOP V Marunda/Dirjen pelabuhan.

Aliansi Mahasiswa Peduli uang Negara tersebut membentangkan spanduk bertuliskan 'Tangkap Pelaku Suap dan Selamatkan Aset Negara'. Mereka datang untuk mendesak KPK segera menangkap beberapa orang yang patut diduga melakukan korupsi, suap dan gratifikasi yang tertuang jelas dalam buku besar Mutasi Pengeluaran PT KCN.

Koordinator aksi, Rusman yang juga koordinator ketua BEM Se-Bekasi meminta KPK menangkap pelaku Korupsi dan Suap yang merugikan negara akibat perjanjian konsesi yang dilakukan oleh PT.KCN dengan KSOP V marunda /Dirjen pelabuhan.

"Kami Aliansi Mahasiswa Peduli Uang Negara Mendesak KPK menangkap Direktur Utama PT. KCN, Widodo Setiadi dan mantan kepala KSOP V Marunda yang terbukti melakukan suap dan gratifikasi yang tertuang jelas dalam buku besar Mutasi Pengeluaran PT KCN dengan bukti cek dan rekening koran namun tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak ada tanda terima," ujar Rusman.

Rifky yang merupakan Jendral Lapangan aksi di KPK juga mendesak KPK memanggil Ahmad Khusyairi Direktur Keuangan PT KCN, agar semua transaksi illegal dalam buku besar Mutasi Pengeluaran PT.KCN dapat dibongkar sehingga KPK dapat segera menangkap Widodo Setiadi, Suryanto, dan Heri Purwanto.

"Pastinya KPK tahu data dan Permasalahan di marunda ini oleh karena itu KPK Harus Panggil dan Periksa Ahmad Kusyairi direktur Keuangan PT KCN agar semua suap dan gratifikasi terungukap," tegas Rifky.

Lebih lanjut, Rifky menjelaskan bahwa kasus di marunda ini merupakan hasil dari kongkalikong kakak beradik yaitu Wardono Asnim yang merupakan Dirut PT.KTU dan widodo setiadi yang merupakan Dirut PT.KCN, sehingga negara kehilangan Asset dan mengalami kerugian Triliunan rupiah.

"Kami Minta KPK Juga tanggap Dirut PT. KTU Wardono Asnim Karena Telah melakukan perjanjian bersama PT.KCN yang mengabaikan ketentuan Anggara Dasar PT.KCN, dengan tidak meminta persetujuan RUPS sehingga negara kehilangan Asset dan mengalami kerugian sebesar Rp1.820.949.800.000," ungkap Rifky.

"Berdasarkan buku besar Pengeluaran PT.KCN dan rekening koran kami Tahu Pengeluaran PT.KCN Untuk Suryanto adalah Rp1.268.400.000. Sementara yang dikeluarkan untuk Heri Purwanto adalah Rp1.541.000.000. Dan kesemuanya itu bisa di cek melalui Margono dan Hasan," imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, Demonstran juga membakar spanduk foto Dirut PT.KCN di depan Gedung KPK. mereka menjelaskan bahwa aksi membakar Foto tersebut merupakan Perlawanan terhadap Korupsi.

#Kpk   #korupsi   #suap   #marunda   #ampun