Meski PMD Dipotong, Balap Mobil Formula E Tetap Berjalan

Harian Terbit/Sammy
Meski PMD Dipotong, Balap Mobil Formula E Tetap Berjalan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pebalap Sean Gelael (kiri) didalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (20/9/2019). ANTARA

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan balap mobil Formula E akan tetap berjalan meski Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk mereka dipotong dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 menjadi Rp2,708 triliun.

Kendati menyebutkan Formula E pada 2020 akan tetap berjalan, Jakpro yang ditunjuk sebagai penyelenggara, belum memutuskan besarnya dana yang akan dialokasikan untuk ajang balapan mobil listrik tersebut.

"Belum tahu, kan masing-masing proyek ada project director. Kami belum duduk bareng. Tapi tahapan persiapan untuk pembahasan perubahan dan semua harus kami lapor ke pemegang saham karena kan proyek kami ini proyek penugasan, harus kamu laporkan dulu," kata Sekretaris Perusahaan Jakpro Hani Sumarno saat dihubungi di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Balapan tersebut, kata Hani, tetap berjalan karena telah ada perjanjian antara Jakarta dan Formula E Operations (FEO) Limited. "Pelaksanaan tetap berjalan. Show must go on, kan sudah disepakati dengan FEO," kata Hani.

Jakpro sebelumnya mengajukan anggaran untuk pergelaran Formula E pada 2020 senilai Rp767 miliar.

"Paling banyak di infrastruktur sekitar Rp350 miliar," kata Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, di gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

Selain Formula E, Jakpro mengerjakan beberapa proyek pembangunan pada 2020, seperti revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), pembangunan Stadion BMW (Jakarta International Stadium) dan pembangunan LRT.

Dipotong

Sebelumnya, rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD memotong anggaran PMD untuk pembangunan TIM dari Rp3,106 triliun menjadi Rp2,706 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS).

Hasil Banggar tersebut telah disepakati secara resmi menjadi KUA-PPAS setelah penandatanganan MoU antara DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI di rapat paripurna.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Jakpro Hani Sumarno saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis, mengemukakan, jikapun pembangunan Wisma TIM dihapus, tidak mengganggu konsep revitalisasi TIM.

Wisma TIM berada di lantai 8 sampai 14 dan lantai bawah diisi galeri, perpustakaan serta Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.

"Wisma TIM bagian kecil dari gedung yang di dalamnya plaza untuk para seniman berdiskusi, ekspresi latihan, perpustakaan, galeri seni. PDS HB Jassin. Kemudian (di atasnya) ada penginapan atau Wisma TIM," ucap Hani.

Diketahui, sejumlah seniman menolak revitalisasi TIM terutama karena adanya pembangunan hotel.

Akhirnya, pada Rabu (27/12), rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD memotong anggaran PMD untuk TIM dari Rp3,106 triliun menjadi Rp2,706 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS).

#Formula   #jakarta   #anies   #balap