BPJAMSOSTEK Harapkan Dukungan Pemprov DKI Optimalkan Program Vokasi

Arbi
BPJAMSOSTEK Harapkan Dukungan Pemprov DKI Optimalkan Program Vokasi
Kiri-Kanan: Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Krishna Syarif, Walikota Jakarta Timur M. Anwar dan Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring. Foto: Arbi/HanTer.

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) berharap dukungan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna mensukeskan Program Vokasi Indonesia Bekerja. Program ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan keterampilan (skill) pekerja dan pemberian keterampilan baru (reskilling) bagi pekerja agar mampu kompetitif di dunia kerja.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Krishna Syarif menjelaskan, dukungan yang dibutuhkan berupa keterlibatan balai-balai latihan kerja (BLK) yang dimiliki oleh pemda dan kesediaan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menjadi “bapak asuh” bagi peserta program vokasi.

“Kami mohon dukungan agar program vokasi berjalan lancar. Kami juga akan menjalin kerjasama dengan BLK milik pemerintah daerah dan minta perusahaan BUMD agar menjadi ‘bapak asuh’ dari peserta-peserta vokasi sehingga bisa mengurangi angka pengangguran,” kata Krishna.

Hal itu disampaikannya saat membuka pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Rawamangun, di Jakarta, Senin (25/11/2019). Hadir dalam kesempatan itu, anggota Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK, Rekson Silaban, Walikota Jakarta Timur M. Anwar, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, dan Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun, Deny Yusyuliwan.  

Sebagai informasi, selain Kantor Cabang Rawamangun, untuk wilayah DKI Jakarta terdapat tiga cabang lain yang juga dijadikan piloting program vokasi, yaitu Kantor Cabang Jakarta Kelapa Gading, Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang, dan Kantor Cabang Jakarta Cilandak.

“Saat ini kami sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia, sebab pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk kembali bekerja,” terang Krishna.

Walikota Jakarta Timur, M Anwar dalam sambutannya mengapresiasi program vokasi BPJAMSOSTEK dan berharap program ini dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi angka pengangguran seperti yang diamanatkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Kita (Pemprov DKI) punya 56 pelatihan untuk menekan angka pengangguran sesuai instruksi gubernur. Tolong prioritaskan warga DKI Jakarta untuk mengikuti program vokasi BPJAMSOSTEK guna meningkatkan skill dan keahlian mereka,” ucap Anwar.

Anwar juga berkomitmen untuk memfasilitasi BPJAMSOSTEK agar bisa membuat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan-perusahaan agar lulusan program vokasi bisa langsung diterima bekerja.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta, Cotta Sembiring mengatakan target nasional BPJAMSOSTEK untuk pelatihan program Vokasi Indonesia Bekerja ini sebesar 20 ribu pekerja, dan untuk wilayah DKI Jakarta kami telah menargetkan sebanyak 2.000 pekerja."Alhamdulillah sampai dengan hari ini kami sudah melatih tenaga kerja sebanyak 241 pekerja dari empat kantor cabang piloting," kata Cotta.

Cotta berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk belajar kembali, melakukan up-skilling maupun reskilling, sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausahawan.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun, Deny Yusyuliwan mengungkapkan jumlah peserta yang akan mengikuti pelatihan hari ini sebanyak 20 peserta untuk kelas Food and Beverage Service, sesuai jenis pelatihan yang diberikan oleh LPK Bina Mutu Bangsa yakni sektor perhotelan dan pariwisata.

"Saya mengajak seluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengunjungi langsung 4 Kantor Cabang Piloting dan dapat mengakses di website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi,” pungkas Deny.