Pelanggaran Lalu Lintas di Sumsel Masih Tinggi

Oni
Pelanggaran Lalu Lintas di Sumsel Masih Tinggi
Istimewa

Palembang, HanTer - Hasil Operasi Zebra Musi yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, menunjukan jika pelanggaran di wilayah yang meliputi 17 kabupaten dan kota itu masih cukup tinggi.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro seperti dilansir Antara, Kamis (7/11/2019) mengatakan jika pada operasi tahun ini terjadi peningkatan sekitar delapan persen dibandingkan dengan operasi kepolisian tahun sebelumnya.

Pelanggaran yang cukup banyak dilakukan pengendara sepeda motor dan mobil di daerah ini yakni terkait dengan kelengkapan surat izin mengemudi (SIM), dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang telah habis masa berlakunya.

Kemudian pelanggaran tidak menggunakan helm, sabuk keselamatan (safety belt), pengendara tergolong anak-anak di bawah umur, dan melawan arus lalu lintas.

Da menjelaskan, sesuai dengan tujuan dilaksanakannya operasi khusus kepolisian di bidang lalu lintas itu, pihaknya berupaya menindak tegas pengendara yang melanggar aturan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas penting dilakukan untuk menekan angka kecelakaan yang sebagian besar disebabkan faktor kesalahan manusia (human error).

"Untuk menyukseskan Operasi Zebra Musi dan mewujudkan Kamseltibcarlantas, warga Kota Palembang yang biasa beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor diingatkan melengkapi surat-surat kendaraannya dan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI dan sabuk pengaman," ujarnya.