Perkara Memasuki Pekarangan Orang; Terdakwa Minta Hakim Abaikan Bukti Pelapor 

sammy
 Perkara Memasuki Pekarangan Orang; Terdakwa Minta Hakim Abaikan Bukti Pelapor 

Jakarta, HanTer - Terdakwa pidana 167 KUHP mengenai memasuki pekarangan orang, Sugiarto Tjiptohartono, melalui kuasa hukumnya, Sanjaya, meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, menolak sejumlah bukti yang diajukan pelapor.

Permohonan ini, karena adanya dugaan rekayasa atau pemalsuan dokumen
yang dijadikan sebagai alat bukti dalam persidangan. Dengan begitu ia berharap unsur-unsur pidana yang dapat menjerat Sugiarto dapat terpatahkan.

"Dalam proses persidangan ini, ternyata ditemukan fakta-fakta persidangan, keterangan dari saksi pensiunan BPN mengakui bahwa saksi mengukur ulang tanah tersebut untuk memastikan batas-batas tanah milik pelapor," jelas Sanjaya, Rabu (6/11/2019).

Kemudian, sambung Sanjaya, adanya saksi tanda tangan palsu, Abdullah dicantumkan pada Berita Acara Penelitian/Pengukuran.

Padahal, setelah di konfrontir dan dihadirkan dalam persidangan, yang bersangkutan Abdullah mengaku tidak pernah melakukan tanda tangan.

"Nah, oleh karena ini kami duga ada cacat hukum atau palsu maka kami menolak dan tentunya unsur memasuki pekarangan pun saya kira akan gugur oleh karenanya," tegasnya.

Surat Berita Acara Penelitian dan Pengukuran terhadap tanah milik
pelapor dalam perkara ini pelapor digunakan untuk memastikan batas
tanah yang dianggap oleh pelapor sebagai tanah mereka. Akan tetapi, bahwa ternyata ada fakta yang menunjukan dugaan kuat bahwa surat ini ternyata palsu.

Sebagaimana diketahui, perkara yang tengah berlangsung di PN Jakarta
Utara ini, karena adanya laporan terhadap Sugiarto Tjiptohartono, ke Polda Metro Jaya karena dituding memasuki lahan milik pelapor, Jalan Cakung Cilincing, Rorotan, Jakarta Utara.

Namun, berdasarkan keterangan Sanjaya, lahan tersebut merupakan lahan yang telah disewa Sugiarto melalui ahli waris untuk tempat parkir alat berat dengan massa sewa yang berakhir pada tahun 2022. Beberapa bukti dokumen sewa-menyewa lahan tersebut, pun lengkap disimpan dan sebagai bukti persidangan.