Upaya Pemprov DKI Tingkatkan Zat Gizi Anak Sekolah Melalui Program PMTAS

Anugrah
Upaya Pemprov DKI Tingkatkan Zat Gizi Anak Sekolah Melalui Program PMTAS
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

Jakarta, HanTer - Kecukupan gizi pada anak sekolah menjadi faktor penting yang mempengaruhi kemampuan belajar. Dalam rangka meningkatkan kecukupan zat gizi pada anak sekolah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

Pelaksanaan program ini mengacu pada Pergub Nomor 9 tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah pada Satuan Pendidikan. Dengan anggaran sebesar Rp324 miliar, program ini di 2019 telah dirasakan oleh 144.722 peserta didik.

Sejak diluncurkan tahun lalu, 459 sekolah menerima program PMTAS. Sekolah yang tersebar di 53 kelurahan tersebut terdiri atas 25 sekolah taman kanak-kanak (TK), 375 sekolah dasar (SD) negeri, dan sembilan sekolah luar biasa (SLB).

Ditinjau persebarannya, SDN dalam program PMTAS berada di Jakarta Utara (54), Jakarta Barat (134), Jakarta Pusat (52), Jakarta Timur (61), Jakarta Selatan (71), dan Kepulauan Seribu (3).

"Program PMTAS sudah menjangkau 53 kelurahan di Jakarta dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Gubernur Anies menyatakan, program yang diberikan Senin hingga Jumat ini bertujuan agar anak-anak usia dini mendapat asupan makanan sehat dan bergizi tinggi.

"Sehingga pertumbuhan jasmani dan intelektualitasnya bisa tumbuh dengan baik," terangnya.  

Program PMTAS juga telah dilakukan di 75 Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan Al-Quran dengan jumlah 5.304 murid, 375 SD dengan peserta 137.718 murid, dan sembilan sekolah luar biasa (SLB) dengan peserta 1.700 murid. Total siswa yang menikmati PMTAS sebanyak 144.722 orang. 

"Kedepannya, pelaksanaan program itu akan terus dikembangkan agar bisa menjangkau seluruh wilayah dan semua sekolah di ibukota," kata Gubernur Anies.

Adapun melalui 29 varian menu program PMTAS, sekolah atau komite sekolah berupaya memperkenalkan para pelajar dengan makanan bergizi yang menggabungkan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Menu-menu tersebut antara lain, nasi goreng dan telor ceplok, susu UHT dan kroket, sayur sop daging, Nagasari dan apel, roti dan jeruk, pisang dan telur rebus, sandwich isi telur dan duku, puding buah dan susu UHT, roti dan pisang, jasuke dan salak, onde-onde kacang hijau dan susu UHT.

Kemudian, ada lemper isi ayam dan lengkeng, pisang bakar keju, bubur ayam, kroket singkong isi sayur dan apel, martabatak telur dan rambutan, cake wortel dan manggis, risoles isi sayuran dan sawo, puding buah dan jambu air, ongol-ongol dan susu UHT, martabak manis.

Lalu, ada pula klepon dan susu UHT, kue lumpur dan susu UHT, pizza ayam sayur, bacang daging wortel, nasi tim ayam wortel bayam, kue mangkok dan susu UHT, supa macaroni, muffin dan susu UHT.

Harga paket makanan senilai Rp10.890 per anak.

"Sekolah atau komite bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan komite dalam menyediakan menu-menu tersebut," kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ida Nurbani.

Dukung Program

Dalam mendukung program tersebut, Bank DKI membuka 251 rekening komite sekolah setingkat TK dan SD atau setara dalam mendukung Program Pemberian Bantuan Dana Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah di kantor layanan Bank DKI Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Corporate Secretary Bank DKI, Herry Djufraini, pembukaan rekening tersebut merupakan komitmen Bank DKI dalam mendukung program Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta.

"Serta implementasi atas Pergub Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah pada Satuan Pendidikan," katanya di Jakarta, Selasa (5/11/2019).