PSI: Pemaksaan Pengelola Waralaba di Bekasi Buruk Bagi Investasi

Safari
PSI: Pemaksaan Pengelola Waralaba di Bekasi Buruk Bagi Investasi
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Beredar video beberapa ormas di Kota Bekasi memaksa pemilik waralaba untuk "bekerjasama" dalam mengelola parkir di Waralaba se Kota Bekasi. Tampak juga di video kehadiran seorang ASN dan aparat kepolisian yang malah memfasilitasi keinginan ormas menekan penyelenggara waralaba.

Juru Bicara (Jubir) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Yusuf Lakaseng mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kejadian ini menunjukan salah satu indikator buruknya penegakan hukum di Indonesia. 

"Kejadian ini merupakan preseden buruk bagi iklim investasi yang sedang diusahakan secara serius oleh pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Yusuf Lakaseng di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Menurut Yusuf, Pemda, di mana pun, di Indonesia justru harus memberikan kepastian hukum dan rasa aman serta nyaman bagi para investor yang akan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Oleh karena PSI berharap pemerintah pusat, kementerian terkait dan kepolisian mengusut dan menindak tuntas kejadian ini agar tidak menjadi sebuah preseden yang menyebar ke kota dan kabupaten lain di Indonesia.

Minta maaf 

Adanya video viral teraebut membuat Ketua GIBAS Kota Bekasi Deny M Ali memohon maaf atas pernyataan yang ia sampaikan pada demonstrasi 23 Oktober 2019.. Dalam video berdurasi 4 menit yang menayangkan pernyataan Ketua Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda, perwakilan minimarket, dan perwakilan ormas, menjadi viral.

"Itu semua hanya ungkapan saja tidak ada maksud apa-apa dan kami ormas di Kota Bekasi ingin mendukung program pemerintah Kota Bekasi yang bersinergi dengan Polres Kota Bekasi dan Kodim Kota Bekasi. Intinya seperti itu," kata Deny.

Deny meminta agar hal yang telanjur viral tersebut dapat dihentikan. Selain itu ia juga mengatakan perihal ormas yang seolah menekan pemerintah, termasuk TNI, Polri itu hanya sebatas ungkapan.

"Saya mohon maaf terhadap Pak Wali Kota, Pak Kapolres, dan Pak Dandim. Kita ormas kota Bekasi akan mengikuti aturan main di Kota Bekasi. Terima kasih," kata Deny.