Polisi Tembak 2 dari 6 Pelaku Curanmor di Tamansari

Danial
Polisi Tembak 2 dari 6 Pelaku Curanmor di Tamansari

Jakarta, HanTer - Enam pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat. Keenam pelaku tersebut ditangkap setelah polisi menggerebek sebuah hotel yang dijadikan tempat persembunyian para pelaku.

Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruly mengungkapkan, sebanyak 6 pelaku yang diamankan satu diantaranya perempuan.

Para tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda, diantaranya pelaku berinisial AS (22) berperan sebagai Eksekutor, Adi (17) pembuat rencana sekaligus sebagai joki, RZL (25) berperan sebagai yang mengawasi keadaan sekitar bersama 3 rekan lainnya, DO (24), AGS (20), A (23)

"Modus para tersangka ini adalah pelaku mencari sasaran di wilayah hukum Taman Sari dan sekitarnya secara acak. Apabila sudah mendapat target, pelaku langsung mencongkel kunci motor dengan gunakan kunci letter T lalu membawa kabur sepeda motor kemudian dikumpulkan di tempat pelaku menginap dan langsung menjual ke penadah," ungkap Ruly kepada wartawan, Senin (4/11/2019).

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari, AKP Rango Siregar menjelaskan, setelah beberapa hari melakukan pengintaian, kegiatan kelompok pelaku termonitor dan diketahui pelaku kembali ke penginapan menggunakan 4 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.

"Selanjutnya tim buser melakukan penggrebekan penginapan kelompok pelaku di sebuah hotel dan ditemukan 6 orang pelaku berada dalam kamar tersebut, selanjutnya para pelaku di amankan," jelasnya.

Setelah itu dilakukan penggeledahan dan interogasi, kemudian tim buser membawa pelaku ke parkiran hotel untuk melakukan pengecekan dan penggeledahan sepeda motor yang para pelaku bawa.

"Setelah dilakukan penggeledahan terhadap sepeda motor dengan disaksikan pelaku, ditemukan senjata api rakitan jenis revolver yang berisi 2 amunisi kaliber 9 mm beserta tiga set leter T berikut 3 anak kunci," tambahnya.

Masih dikatakannya, setelah pelaku dan BB di amankan, tim buser melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lain dan TKP di mana-mana saja kelompok pelaku melakukan curanmor.

Dalam proses pengembangan tersebut, dua orang pelaku mencoba melakukan perlawanan kepada petugas. Karena dianggap membahayakan, pelaku diberikan tindakan tegas dengan dilakukan penembakan.

Para pelaku diketahui sudah melancarkan aksinya sebanyak 10 kali ditempat yang berbeda.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, didapat fakta bahwa pelaku AS merupakan residivis dan dalam kasus serupa dimana pelaku mendapat vonis kurungan 2 tahun penjara.

Kemudian motor hasil curian, biasa dijual dengan harga kisaran antara Rp. 2.000.000,- sampai dengan Rp. 2.400.000,- kepada penadah berinisial AG dan saat ini sedang dalam proses pengejaran.