Rawan Bocor, Tigor Harap Anies Baswedan Perketat Pengawasan Penyusunan Anggaran

***
Rawan Bocor, Tigor Harap Anies Baswedan Perketat Pengawasan Penyusunan Anggaran
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/ ist

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan memperketat pengawasan proses penyusunan anggaran proyek pembangunan fisik di ibukota, karena diduga masih rawan kebocoran. 

"Sebab penyusunan anggaran yang dilakukan konsultan masih dapat dipermainkan oknum pejabat dan pelaksana pemenang lelang," kata Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/11/2019).

Tigor memberikan contoh jika lelang pembangunan fisik sekolah dengan anggaran Rp 1 milliar yang kemudian dimenangkan salah satu perusahaan penawar terendah, yaitu sekitar Rp 800 juta, perusahaan masih bisa untung 30 persen. 

Padahal, menurut Tigor, modal produksi pembangunan fisik sekolah dengan anggaran Rp 1 milliar tersebut hanya sekitar Rp 500-600 juta.

"Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana anggaran proyek senilai Rp 1 milliar itu disusun konsultan? Padahal biaya modal kerja hanya sekitar Rp 500-600 juta. Disinyalir hal itu terjadi karena ada mar kup dalam komponen dalam setiap item spesifikasi bahan bangunan dan jasa," ujar Tigor.

“Jadi konsultan yang ditunjuk tidak jeli dan detail dalam menyusun anggaran  proyek. Bagaimana  mungkin anggaran Rp 1 miliar ditawar Rp 800 juta tapi pemenang lelang dapat keuntungan 30 persen dari nilai proyek. Ini  jelas ada mark up dan bisa jadi celah korupsi, bahkan proyek bisa dibawah standar," sambungnya.

Untuk mencegah terjadi kebocoran anggaran, Tigor menyarankan supaya seluruh  kompenen proyek fisik dimasukan kedalam e-Katalog sehingga ada transparansi dan harga yang kompetitif dari distributor.

"Proyek fisik nantinya hanya dikerjakan oleh Kementerian PUPR atau badan baru yang fokus terhadap infrastrukur. Sebab proyek fisik di daerah diduga jadi celah korupsi antara pejabat dan pengusaha," tutup Tigor.
 

#Rawan   #BOcor   #Anies