TAJUK: Musim Hujan Tiba, Waspadai Ancaman Banjir

***
TAJUK: Musim Hujan Tiba, Waspadai Ancaman Banjir

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) BM menyebut kawasan Jabodetabek akan memasuki awal peralihan musim, dari kemarau ke musim penghujan jelang November 2019 ini. Beberapa wilayah di Jakarta pada beberapa hari lalu sudah mulai diguyur hujan.

Warga diminta mewaspadai potensi hujan disertai kilat di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan JakartaBarat pada siang dan sore hari. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan informasi sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghadapi ancaman banjir. Warga perlu mengambil langkah pencegahan dengan menjaga kelestarian lingkungan, yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan rajin membersihkan saluran drainase.

Warga juga diimbau untuk tidak tinggal di daerah rawan banjir seperti bantaran sungai.

Warga juga perlu mewaspadai terjadinya banjir dengan terus memantau tinggi muka air di setiap pintu air utama di Jakarta serta peringatan dini yang disampaikan melalui Website BPBD, yaitu bpbd.jakarta.go.id. 

Diakui, setiap tahun bencana banjir selalu melanda Ibukota Jakarta. Sungguh memprihatinkan. Warga dan pelaku dunia usaha tentu mengalami kerugian besar. Selain itu, sarana dan prasarana umum rusak, sehingga pengeluaran anggaran pembangunan membengkak. Bahkan, banjir juga mengancam keselamatan warga. Gara-gara banjir, kita pun malu karena menjadi tontonan gratis di manca negara.

Pertanyaannya, sampai kapan Ibukota Jakarta bebas banjir? Berbagai kalangan memberikan saran agar Jakarta memiliki strategi jitu mengatasi banjir. Saat ini pengananganan banjir masih tambal sulam. Meskipun kita tidak menutup mata ada upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir.

Menjelang musim hujan tiba, biasanya Pemprov DKI melakukan kegiatan penanggulangan banjir seperti membersihkan atau memperbaiki saluran dan gorong-gorong, pengerukan sungai dan waduk,perbaikan pompa air, normalisasi kali, serta penambahan ruang hijau terbuka. Kegiatan ini boleh-boleh saja, namun kenyataannya, Jakarta tetap saja dilanda banjir. Pasalnya, cara mengatasi banjir bukanlah dengan cara singkat tetapi memakan waktu yang lama.

Pengamat perkotaan mengemukakan, diperlukan sebuah grand strategy untuk menata kawasan Jabodetabek secara komprehensif, karena masalah yang dihadapi bukan lagi darurat banjir, namun sudah mencapai darurat pengelolaan pembangunan perkotaan dan kawasan lindung. Permasalahan tata pengairan sudah bertumpang tindih dengan masalah penataan permukiman kumuh, pengelolaan pelayanan dasar perkotaan, penataan ruang kawasan, pengembangan kota-kota baru, hingga munculnya wacana untuk membangun Ibukota Baru RI di Kalimantan.

Kita berharap agar pemerintah pusat tidak membiarkan Pemprov DKI Jakarta mengatasi banjir sendirian. Soalnya, banjir Jakarta itu, sudah menjadi masalah nasional, sehingga harus ditangani bersama-sama, dan sudah saatnya ditangani pemerintah pusat. Termasuk ikut ditangani oleh beberapa pemerintah daerah di Jabodetabek.

Harapan kita Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan aparatnya terus kerja keras untuk mencari solusi agar Jakarta bebas banjir. Dengan demikian, sorotan manca-negara, penderitaan rakyat yang selalu terancam jiwanya dan kalangan pengusaha yang selalu merugi, serta terganggunya perekonomian negara, bisa dicegah. 

Inilah saatnya semua pihak, Pemprov DKI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah di Jabodetabek bekerja sama, sama-sama bekerja mengatasi banjir yang melanda Jakarta. Sebagai ibukota negara yang juga milik kita semua, semua pihak harus menyelamatkan Jakartadari air bah.

Mari kita bekerja keras untuk membuat yang terbaik agar negeri ini bebas banjir, setidaknya kita mampu mengendalikannya. Dengan demikian, setiap musim warga ibukota tidak lagi diancam rasa ketakutan, tapi tersenyum menikmati dinginnya udara serta indahnya Jakarta.

#Hujan   #jakarta   #banjir