Warga Keluhkan Maraknya Reklame Diduga Tanpa Izin  di Tanah Abang

Anugrah
Warga Keluhkan Maraknya Reklame Diduga Tanpa Izin  di Tanah Abang
Salah satu reklame yang dikeluhkan di Tanah Abang

Jakarta, HanTer -- Saat ini di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat  mulai marak bermunculan reklame yang diduga tanpa izin. Reklame-reklame ini banyak terpasang  di jembatan penyebrangan orang (JPO), under pass (UP) dan di fly over (FO).

"Saya yakin reklame itu tanpa izin, karena tidak mudah untuk memasang reklame di JPO, UP  dan FO. Minimal mereka harus mendapat rekomendasi dari dinas perhubungan dan dinas bina marga sebelum mengajukan izin ke dinas PTSP," ujar Muhidin Muhtar, warga Tanah Abang saat berbincang dengan wartawan, Rabu (30/10).

Menurut tokoh muda Betawi ini pengawasan reklame di era sekarang lebih longgar di banding era Gubernur Ahok, dan ini sangat di sayangkan.

"Seperti contoh reklame sebuah unicorn di Tanah Abang tepatnya di FO di  jalan KH. Mas Mansyur kira-kira 10 meter dari kantor kecamatan Tanah Abang  yang berdiri kokoh tanpa izin. Belum lagi kerangka reklame yang sedang di bangun di UP Tanah Abang dan FO Karet Tengsin," bebernya.

Muhidin mendesak Satpol PP DKI bertindak tegas dan menyegel reklame-reklame yang diduga tanpa izin tersebut. 

"Mereka berani bangun sudah pasti ada kerjasama dengan oknum. Negara bisa dirugikan dalam hal ini karena pajak reklamenya tidak masuk ke kas daerah melainkan ke kantong-kantong pribadi para oknum," tegasnya.