Komitmen Pemprov DKI Hadirkan Taman Kota Sebagai Ruang Ketiga Publik yang Nyaman Bagi Warga

Anugrah
Komitmen Pemprov DKI Hadirkan Taman Kota Sebagai Ruang Ketiga Publik yang Nyaman Bagi Warga
Taman Mataram sebagai Ruang Ketiga Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi.

Jakarta, HanTer - Pembangunan insfrastruktur publik yang masif dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, membuktikan bahwasanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen dalam menghadirkan Ruang Ketiga Publik yang nyaman bagi warganya untuk beraktivitas maupun berinteraksi. Salah satunya, melalui beragam Taman Kota yang ada di wilayah Ibu Kota.

Praktisi dan Arsitek Pertamanan, Farrizky Putra, mengatakan, dari kacamata urban design, Ruang Ketiga Publik adalah terasnya kota. Di dalamnya, terdapat Taman Kota yang konteksnya lebih banyak penghijauan dengan minim bangunan.

"Ruang Ketiga Publik ini sangat baik dan dapat terus ditingkatkan oleh Pemprov DKI Jakarta kedepannya," katanya di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Terdapat capaian pembangunan atau revitalisasi beragam Taman Kota di wilayah Jakarta. Salah satunya, pembangunan Taman Kota pada tahun 2018 telah terlaksana di 7 (tujuh) lokasi Taman Maju Bersama (TMB). Sedangkan, pada tahun 2019 ini, direncanakan dapat terealisasi pembangunan 51 TMB pada Desember 2019.

Pembangunan TMB sendiri, memiliki paradigma yang berbeda dalam pembangunan taman-taman sebelumnya, yaitu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Meskipun, keduanya sama-sama tergolong Ruang Terbuka Hijau (RTH), TMB lebih variatif, tematik, disesuaikan dengan karakteristik dan luas lahannya, serta dibangun secara kolaboratif bersama masyarakat. 

"Kenapa disebut Taman Maju Bersama?. Karena kita bersama-sama masyarakat membangunnya. Artinya, kita dari awal perencanaan sampai dengan pembangunan maupun hasilnya, melibatkan masyarakat atau warga setempat. Jadi, sebelum kita melakukan perencanaan, terlebih dahulu kita melakukan FGD (Forum Group Discussion, red). FGD itu kita kita lakukan sebanyak tiga tahap," terang Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Suzi menerangkan, sebanyak 24 lokasi sudah selesai 100 persen dan 27 lokasi sedang on progress. Ia mengatakan, rencana pembangunan taman di tahun 2020 adalah sebanyak 51 lokasi yang saat ini sudah dimulai dengan proses FGD dan pembuatan rencana DED.

"Sehingga, pada tahun 2022, target pembangunan 200 taman di Jakarta dapat terealisasi," kata dia.

Dalam proses FGD, lanjut Suzi, dilakukan melalui tiga proses tahapan. Tahap pertama adalah dengan pemetaan sosial dan lingkungan, sehingga dapat dihasilkan pemetaan kawasan secara utuh.

Lalu, dilanjutkan dengan FGD tahap kedua yang sudah mulai dengan menawarkan konsep desain kepada masyarakat hasil dari pemetaan kawasan diawal, masukan dan dengar pendapat terkait konsep desain menjadi hasil tahap kedua.

Tahap akhir, saat final desain merupakan hasil pembahasan dan memberitahukan kepada masayarakat akan seperti apa nanti taman tersebut bila sudah terbangun. Setelah taman selesai, maka akan dilanjutkan juga dengan aktivasi kegiatan di taman tersebut yang akan bekerja sama dengan komunitas di sekitar taman.

Selain itu, adapula pembangunan atau revitalisasi jenis Taman Grande di tahun 2019 yang sedang dalam proses pembangunan untuk 2 (dua) lokasi, yaitu Taman Puring dan Taman Mataram.

Sedangkan, untuk 4 (empat) lokasi lainnya telah selesai proses desainnya, yaitu Taman Tugu Tani, Taman Tebet, Taman Langsat, dan Taman Cempaka.

Pembangunan dan penataan Taman Kota saat ini dilakukan dengan memperhatikan jejaring hijau dan biru sebagai penghubung dan penguat poros ekologis. 

Jenis Taman Grande, lebih menekankan untuk revitalisasi taman-taman yang berskala besar dengan tetap menjadi lahan untuk retensi air. Konsepnya adalah Fun Transit Park, yaitu sebagai tempat transit yang nyaman para pedestrian karena terintegrasi dengan transportasi publik; dan juga mendukung untuk ekologis (Ruang Terbuka Hijau), adanya sarana bermain (playful), serta dapat diakses siapa pun termasuk berpenyandang disabilitas (inclusive). Taman Grande ini berbeda dengan Taman Maju Bersama yang benar-benar baru dibangun. 

"Kalau Taman Maju Bersama, kita bangun dari pengadaan tanah. Tetapi, kalau Taman Grande itu kita bangun dari taman yang sudah ada. Jadi, kita tingkatkan kualitasnya 4 taman tadi akan kita lanjutkan di tahun 2020 dan akan kita lakukan lelang cepat di bulan Desember 2019," tutur Suzi. 

Suzi sekaligus mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penataan beragam jenis taman atau RTH lainnya untuk menghadirkan Ruang Ketiga Publik di Jakarta.