Jawab Tantangan Civil Society 5.0, Pemuda Bekasi Diserukan Bersatu Lagi

romi
Jawab Tantangan Civil Society 5.0, Pemuda Bekasi Diserukan Bersatu Lagi
Sambut Sumpah Pemuda/ ist

Bekasi, HanTer - Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Ikatan intelektual Muda Bekasi (IKIMSI) menggelar kegiatan Intelektual Group Discusion (IGD) di RM Griya Wulan Sari, Kota Bekasi, Senin (28/10/2019).

Diskusi ini bertema “Peran Aktif Mahasiswa dan Pemuda Menjawab Tantangan Civil Society 5.0 Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika".

IGD yang dimoderatori Maizal Alfian juga dihadiri Presidium IKIMSI Rhici Ramadhan, Kapolres Kota Bekasi Kombes Pol Indarto, Akademisi Dr Budi Pramono, Dandim 0507 Bekasi Kolonel Inf Rama Pratama, Kadispora Kota Bekasi Ahmad Zarkasih dan Tokoh Muda Indonesia Dr (c) Rasminto.

Ketua Panitia IGD Dadan Ramlan mengatakan, pemuda harus bisa menjaga peradaban bangsa Indonesia.

“Kita harus menunjukkan bahwa pemuda itu tidak boleh lepas dari peradaban, tidak boleh lepas dari keyakinan, yakin untuk menunjukkan bahwa kita itu satu, kita itu satu Indonesia dan jangan sampai terpecah,” kata Dadan.

Dadan mengungkapkan, pemuda harus bergerak maju dan saling berkontribusi untuk Indonesia.

Dadan mengakui pemuda di Kota Bekasi memang masih terbagi dalam beberapa sektor. “Pemuda harus bersatu lagi. Jangan sampai ada lini-lini lagi. Jangan ada kubu lagi. Kita memperjuangkan satu Indonesia dan Kota Bekasi," ujar Dadan.

Sementara Kadispora Kota Bekasi Ahmad Zarkasih menyampaikan, diskusi ini diharapkan bisa memotivasi pemuda Kota Belasi untuk lebih kreatif.

Sedangkan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, sangat senang dan mendukung kegiatan diskusi publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Intelektual Muda Kota Bekasi ini.

Kata Indarto, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh kaum milineal 5.0. “Pesan saya, pemuda itu kan ciri khasnya adalah idealisme dan penuh semangat. Jadi jangan tinggalkan itu. Nah, tinggal dia yang jawab tantangan itu. Dia harus antisipasi radikalisme dan hoaks," tegasnya.

Di tempat yang sama, Rasminto mengatakan, pemuda harus memiliki jiwa keberanian dalam mengambil resiko dan mempunyai visi yang jelas.

“Yang jelas kepemimpinan dalam kepemudaan harus berkomitmen, terbuka, berjenjang dan pasti harus teruji,” ucap Rasminto.

Para peserta yang hadir diantaranya dari Ubhara Jaya, STMIK Pranata Indonesia, Unisma, STMIK Bani Saleh, STBA JIA, Umika, STIE Tribuana, HMI Komisariat Ubhara Jaya, HMI Komisariat Tribuana, HMI Komisariat Insan Cita, Karang Taruna dan perwakilan pelajar SMK.