Pasukan Jin Ikut Amankan Pelantikan Presiden 

Safari
Pasukan Jin Ikut Amankan Pelantikan Presiden 

Jakarta, HanTer - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian serba hitam menggelar ritual di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta viral di media sosial. Video berdurasi dua menit yang mulanya diunggah akun YouTube Ki Sabdo Jagad Royo itu menggegerkan jagat maya karena dikaitkan dengan acara pelantikan Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Ki Sabdo menyebut, untuk mengamankan proses pelantikan Jokowi-Amin telah dikerahkan berbagai mahluk halus.

Pengamat Spiritual, Gus Cokro Santri mengatakan, siapapun tidak bisa menyalahkan atau membenarkan apa yang dilakukan oleh Ki Sabdo. Namun setidaknya semua pihak dapat berpikir bahwa yang dilakukannya adalah atas dasar kecintaan terhadap NKRI. Ki Sabdo mungkin melakukan aksinya karena rasa memiliki NKRI yang sangat besar. Sehingga ia membantu sesuai dengan kapasitasnya yakni paranormal.

"Kalau mau dicerna lebih dalam, apa yang beliau (Ki Sabdo) lakukan mungkin lebih baik dari pada bersikap nyinyir atau sinis terhadap situasi yang sedang berlangsung," ujar Gus Cokro Santri kepada Harian Terbit, Minggu (20/10/2019).

Parapsikolog ini juga menyebut, permasalahan musyrik dalam ajaran agama tertentu juga urusan Ki Sabdo dengan Sang Pencipta. Namun yang harus diapresiasi adalah niat tulus Ki Sabdo yang mau mengamankan proses pelantikan presiden dan wakil presiden. Karena apapun berawal dari niat. Apalagi dalam aksinya Ki Sabdo juga tidak mengajak atau menggiring orang melakukan apa yang dilakukannya. 

Tidak Mutlak 

Pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Purwakarta, Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian mengatakan, meminta bantuan atau bekerja sama dengan jin bukanlah sesuatu yang haram secara mutlak. Karena jin termasuk makhluk Allah yang mendapatkan beban aturan syariat sebagaimana manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dengan jin tidak lebih dari muamalah dua jenis makhluk Allah Ta’ala. Sebagaimana aturan yang belaku ketika kita bekerja sama dengan orang lain.

"Kerja sama itu boleh dilakukan, selama dilakukan dengan cara yang mubah dan untuk tujuan yang mubah," jelasnya.

Sebaliknya, sambung Ustadz Anugrah, kerja sama tersebut bisa bernilai dosa dan terlarang, jika dilakukan dengan cara terlarang atau untuk tujuan terlarang. Seperti memerintahkan Jin untuk mendzolimi manusia, membunuh, mengirim penyakit, membuat gila dan lain-lain. Oleh karena itu jika bekerjasama dalam ke syirikan, dengan cara-cara syirik yang tidak sesuai dengan syariah, maka hukumnya adalah haram. Seperti memberi tumbal atau persembahan dan cara-cara yang tidak sesuai dengan hukum Islam maka hukumnya adalah haram.

"Sesuatu yang tumbuh dari pangkal yang haram, maka akan berbuah haram. Segala hal yang tumbuh dari pangkal yang tidak berkah, maka buahnya adalah tidak berkah...

Bersemedi

Dalam aksinya Ki Sabdo duduk bersila seolah bersemedi di depan Gedung DPR/MPR Nusantara V. Selama sekitar 20 detik, ia lalu menangkupkan kedua telapak tangan dan mengusapkan ke wajahnya. Setelah berdiri, Ki Sabdo menjelaskan apa yang baru saja dilakukannya. 

Ia mengatakan dirinya tengah melakukan gladi resik jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Minggu (20/10/2019). Namun, yang membuat terkejut yaitu terkait pernyataannya yang menegaskan bahwa Gedung DPR telah dijaga oleh sejumlah makhluk gaib untuk mengamankan jalannya pelantikan.

"Jadi, sedang mengecek anak buah saya di sini, mulai Ratu Selatan Nyi Roro Kidul, terus kahyangan, dan lain-lain sudah di dalam maupun sekitarnya. Ini untuk mengamankan tanggal 20 pelantikan Joko Widodo," kata Ki Sabdo.

Bantah 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal MPR, Ma'ruf Cahyono mengatakan tidak pernah mempersiapkan paranormal untuk persiapan atau gladi bersih pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Enggak ada, perencanaannya enggak itu ya," ujar Ma'ruf saat diwawancarai wartawan di Ruang Rapat Paripurna I Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Jumat.

Ia juga belum tahu siapa yang mengundang paranormal tersebut. Justru dia mau mencari tahu mengapa orang tersebut bisa datang ke gedung MPR/DPR/DPD. "Justru itu kenapa harus dicari tahu kenapa dia ke sana," ujar Ma'ruf.