Siswa SMK Dibacok di Grogol, Tawuran Antarwarga Terjadi di Cipinang

Ant
Siswa SMK Dibacok di Grogol, Tawuran Antarwarga Terjadi di Cipinang
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Tawuran yang melibatkan dua kelompok warga kembali terjadi di Jalan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa malam.
 
"Ini tawuran sudah tiga hari berturut-turut, bukan remaja tanggung aja, tapi campuran, ada warganya juga," kata warga Cipinang Besar Utara, Sandi di Jakarta.
 
Bentrokan massa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di tengah permukiman warga Cipinang Besar Pulo.
 
Pihak yang berseteru saling melempar batu, bahkan menggunakan tongkat kayu hingga senjata tajam untuk berduel.
 
Bentrokan yang berlangsung sekitar satu jam akhirnya bubar setelah Tim Satuan Tugas (Satgas) Rajawali dari Polrestro Jakarta Timur tiba di lokasi untuk melerai.
 
Petugas bahkan menembakkan gas air mata serta peluru hampa ke udara beberapa kali untuk membubarkan massa.
 
Warga menyebut tawuran itu kerap terjadi di wilayah setempat. Diduga pemicunya adalah dendam lama.
 
"Biasanya pemicunya karena dendam, ataupun hal sepele. Nanti kalau Cipinang Pulo diam, Cipinang Jaya nyerang, nanti kalau Cipinang Jaya diam, Cipinang Pulo nyerang. Gitu terus," kata warga lainnya, Dikdo.
 
Belum diketahui adanya korban jiwa ataupun luka dalam insiden tersebut."Korbannya sih ga ada, tadi langsung bubar pas ada Rajawali dari Polres Jakarta Timur," kata Dikdo.
 
Tawuran Pelajar 

Di tempat terpisah, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial R (17) menjadi korban pembacokan saat terjadi tawuran pelajar di kawasan Jalan Kyai Tapa, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa sore.

Korban R yang tengah menjalani perawatan di ruang IGD Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat usai terkena dua bacokan celurit di punggungnya memaparkan ada pelajar sekolah lain yang menyasar dirinya.

"Pas kejadian itu, saya mau arah pulang boncengan motor teman. Tapi pas di depan RS Sumber Waras, ada anak sekolah lain turun dari Metromini langsung nyerang saya," kata R di ruang IGD Puskesmas Kebon Jeruk Jakarta.

Saat kejadian, siswa dari sekolah lain tersebut yang menumpang Metromini, kebanyakan dari mereka membawa senjata tajam.

Diantara mereka, salah satu pelajar kemudian menyerang R yang saat itu dianggap bagian dari musuh sekolah tersebut. Lantaran kondisi jalanan cukup macet, R dan rekannya pun tak sempat melarikan diri.

R yang di posisi dibonceng akhirnya terkena dua bacokan di punggungnya oleh pelaku yang langsung melarikan diri ke gang di sekitar lokasi.

Saat ini, kasus tawuran pelajar tersebut tengah ditangani anggota Polsek Tanjung Duren.