Kasus Kebakaran SPBU Setu ; Polisi Periksa Tiga Saksi

zamzam
 Kasus Kebakaran SPBU Setu ; Polisi Periksa Tiga Saksi

   
   

Jakarta, HanTer - Kepolisian Sektor Cipayung, Jakarta Timur, memeriksa tiga orang saksi terkait peristiwa kebakaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-13805 Setu, Jumat (11/10/2019) sore.


 Salah satu saksi diketahui bernama Iwan yang tengah melayani pengendara mobil Daihatsu Grandmax B 1533 L.
 
"Tiga saksi berasal dari pegawai SPBU yang kebetulan bertugas saat kebakaran terjadi," kata Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Budi Esti dikonfirmasi.
 
Mobil berwarna putih itu dilaporkan menjadi sumber percikan api yang membakar SPBU di Jalan Pagelarang RT04 RW01 Setu.
 
"Namun supir mobil tersebut melarikan diri saat api menyala," katanya.

Saat ini polisi telah menetapkan supir tersebut sebagai buron.
 
Selain Iwan, polisi juga memeriksa pemilik SPBU Setu atas nama Dony Januar (50).
 
Dikatakan Budi, pihaknya telah membawa hard disk berisi rekaman video kejadian untuk proses penyelidikan.
 
"Kita periksa CCTV sebagai petunjuk awal. Nanti akan ditambah keterangan saksi," katanya.
 
Pihaknya akan bersurat kepada Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan kejadian.
 
"Harus ahlinya yang membuktikan penyebab kebakaran. Kita harus cek laboratorium dulu," katanya.

 Kebakaran yang diprediksi menimbulkan kerugian berkisar Rp500 juta itu mengakibatkan empat unit dispenser dan kanopi SPBU hangus terbakar.
 
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu.


Bantah Dipicu Radiasi Ponsel


Sementara itu pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Setu, Cipayung, Jakarta Timur, menepis dugaan kebakaran, Jumat sore, akibat radiasi telepon seluler (ponsel).
 
"Enggak ada kayaknya bukan (radiasi) ponsel," kata Manajer SPBU Setu, Mahfuzi, di Jakarta.
 
Berdasarkan hasil rekaman kamera pengawas CCTV, kata dia, posisi awal percikan api bersumber dari mobil salah satu konsumen jenis Daihatsu Grandmax B 1533 L putih yang sedang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
"Kalau lihat dari rekaman CCTV, jadi sopir itu udah selesai ngisi BBM premium, terus menyalakan kendaraan, tahu-tahu ada nyala api, meledak, si sopir langsung kabur," katanya.
 
Saat kejadian, Mahfuzi sedang berada di dalam kantor mengurus dokumen laporan penjualan.
 
Pihaknya telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk diselidiki.
 
Sementara itu bangkai mobil Grandmax yang terbakar tampak menyimpan tiga unit drum yang diduga akan diisi BBM di lokasi.
 
Drum berukuran 200 liter masing-masing berada di kursi depan satu unit dan dua unit di kursi tengah.
 
Dugaan kebakaran akibat radiasi ponsel disebut oleh Kepala Seksi Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman.
 
"Dugaan sementara akibat radiasi ponsel. Sebab ada kesaksian pegawai SPBU yang melihat supir bermain ponsel saat proses pengisian BBM," kata Gatot.
 
Kobaran api yang berlangsung pukul 14.30 WIB berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.35 WIB oleh 55 personel berikut 11 unit armada pompa pemadam.