Kasus Ninoy Pembusukan Terhadap PA 212

Danial
Kasus Ninoy Pembusukan Terhadap PA 212
Ketua Umum DP PA 212 Slamet Maarif

Kasus Ninoy Pembusukan Terhadap PA 212

Jakarta, HanTer - Buntut dari kasus penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan,  ada unsur kesengajaan pembusukan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Ketua Umum DP PA 212 Slamet Maarif menerangkan, upaya pembusukan tersebut melalui tindakan aparat terhadap organisasinya dalam kasus penganiayaan Ninoy. PA 212 juga mengecam tindakan aparat saat menangkap Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabar terkait dugaan penganiayaan relawan pendukung Joko Widodo itu.

"Kami mencium ada indikasi, diduga upaya pembusukan dan pencemaran nama baik PA 212 secara sistematis dan terorganisasi," kata Slamet di Kantor DPP PA 212, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurut Slamet, proses penangkapan Bernard di jalan tol yang tidak sesuai proses hukum karena dipepet oleh lima mobil dan di dalam mobil ada istri dan anak Bernard.

"Tidak ada pendampingan hukum dari PA 212 saat Ustad Bernard diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya," bebernya.

Slamet mengaku, saat itu penasihat hukum DPP PA 212 sudah berada di Polda Metro Jaya untuk memberi bantuan hukum. Namun penyidik tidak memberi akses untuk menemui Bernard.

"Kami tidak diberikan akses masuk oleh penyidik ketika itu. Sampai keluar berita ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Menurut Slamet, jika alasan penangkapan adalah lantaran keberadaan Bernard di masjid Al-Falah, itu karena Bernard mendengar informasi banyak korban mahasiswa dan pelajar di Masjid Al Falah karena bentrok dengan aparat.

"Bernard mau memberikan bantuan medis karena di dalam mobil yang dikemudikannya terdapat P3K, seperti perban, betadine, hingga oksigen. Bernard juga kebetulan hendak mencari anaknya yang ikut demonstrasi di kawasan Senayan usai berobat ke klinik di kawasan Rawa Lumbu sekitar pukul 17.00 WIB," ungkapnya.

Selain itu Ustad Bernard dan istri jam 19.00 WIB memang mencari anaknya ke arah Senayan, dan di tengah jalan ada info banyak korban mahasiswa dan pelajar di Masjid Al Falah. Saat tiba di masjid Al-Falah, Bernard dan istrinya langsung memberikan pertolongan medis kepada sejumlah korban.

Namun, saat itu ia berkata Bernard mendengar ada seseorang yang dihakimi massa karena diduga penyusup. "Spontan Ustad Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama Ninoy dari amukan massa," pungkas Slamet.