Bentuk Pertanggungjawaban, BMM Serahkan Laporan Keuangan Aset Wakaf ke BWI

Safari
Bentuk Pertanggungjawaban, BMM Serahkan Laporan Keuangan Aset Wakaf ke BWI

Jakarta, HanTer  - Baitulmaal Muamalat (BMM) menyerahkan laporan keuangan aset wakaf audited kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Penyerahan laporan keuangan BMM tersebut langsung diterima oleh Ketua BWI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh. Ada satu bundel laporan keuangan yang diserahkan Direktur Eksekutif BMM, Teten Kustiawan kepada Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh di kantor BWI, TMII, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Usai menerima laporan keuangan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh mengatan, yang dilakukan BMM kepada BWI merupakan bentuk tanggung jawab sebagai lembaga yang mengelola uang yang disetorkan umat. Sebagai lembaga yang menerima uang umat maka ada tiga pertanggungjawaban. Pertama, pertanggungjawaban kepada Tuhan YME. Kedua, pertanggungjawaban laporan administrasi, dan ketiga, pertanggungjawaban laporan terhadap pemangku kepentingan.

"Kita punya keyakinnan, kalau semua bisa mempertanggujawabkan apa yang  harus kita pertwnggujaabjan maka menjadi trust dan berkah, baik berkah sosial, instansi dan lainnya," paparnya.

Manager Wakaf BMM, Eko Andriawan mengatakan, BMM merupakan lembaga Nazhir Wakaf berdasarkan Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazhir Badan Wakaf Indonesia Nomor 33.00005  tertanggal 29 Januari 2018. Saat ini BMM telah melakukan penerapan dini PSAK 112. PSAK 112 merupakan Akuntansi Wakaf yang mengatur tentang perlakuan akuntansi transaksi wakaf yang dilakukan baik oleh nazhir maupun wakif yang berbentuk organisasi dan badan hukum yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2021.

"Laporan Keuangan Aset Wakaf BMM tahun 2018 ini yang telah diaudit BWI dan Forum Wakaf Produktif (FWP)," tandasnya.

”Tujuan dari penyerahan Laporan Keuangan Aset Wakaf PSAK 112 ini adalah sebagai bukti bahwa pengelolaan wakaf saat ini oleh nazhir telah dilakukan dengan cara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah,” tambahnya.

Direktur Eksekutif BMM, Teten Kustiawan mengatakan, adanya Iaporan keuangan aset wakaf BMM yang disusun sesuai PSAI 112 dan audited merupakan cerminan profesionalitas dan akuntabilitas nazhir yang semakin baik. Semoga semua ini menjadi washilah (sarana) semakin besarnya wakaf yang terhimpun dan produktif dalam pengembangannya oleh nazhir,” paparnya.

Selain penyampaian Iaporan keuangan aset wakaf tahun 2018, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan surplus pengelolan wakaf uang (cash waqf) Baitulmaal Muamalat kepada Mauquf 'Alaih atau penerima manfaat wakaf. Dalam hal ini Mauquf ‘Alaih merupakan program-program bidang pendidikan (antara Iain beasiswa) dan ekonomi. Acara ini juga dihadiri perwakilan mahasiswa-mahasiswi penerima manfaat bidang pendidikan.