Sepeda Motor Tak Dibatasi, Jalur Sepeda Tidak Efektif

sammy
Sepeda Motor Tak Dibatasi, Jalur Sepeda Tidak Efektif

Jakarta, HanTer - Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan kotanya sebagai kota ramah bersepeda disebutkan harus dibarengi dengan pembatasan sepeda motor. Adapun ujicoba jalur sepeda yang dilakukan saat ini dinilai tidak tepat.

Hal itu ditegaskan oleh pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno. Menurutnya, diperlukan lima syarat agar jalur sepeda bermanfaat dan berkualitas, yaitu menarik, berkeselamatan, koherensi, nyaman dan tidak terputus.

"Selama tidak ada kebijakan untuk membatasi mobilitas sepeda motor, jalur sepeda tidak akan efektif," kata Djoko di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Djoko mengemukakan, dalam menyediakan infrastruktur bersepeda, secara umum terdapat lima syarat yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitasnya. Pertama harus menarik, yaitu lingkungan sekeliling dirancang menarik, sehingga bisa menimbulkan daya tarik estetika secara prositif.

Yang kedua, memperhatikan aspek keselamatan, fasilitas harus menghasilkan lebih sedikit risiko kecelakaan lalu lintas. Ketiga, kata Djoko, adalah koherensi. Yakni, pengguna harus dapat mengakses jalan mereka dengan mudah. Keempat, kenyamanan, fasilitas memiliki kondisi yang membuat perjalanan lebih nyaman (warna, material yang memadai).

"Sedangkan yang kelima, tidak terputus (berkelanjutan), fasilitas yang disediakan bagi pengguna harus memenuhi kebutuhan akan rute langsung ke tujuan," ungkap dia.

Diketahui sebelumnya, pada 20 September lalu, Pemprov DKI Jakarta resmi memulai ujicoba jalur sepeda sepanjang 63 kilometer di jalur yang diberlakukan kebijakan Ganjil Genap. Jalur ganjil-genap yang tidak mengecualikan sepeda motor membuat jalur sepeda kerap digunakan oleh sepeda motor.

Berdasarkan pantauan, jalur sepeda yang sebagian besar berada di bahu jalan dengan pembatas cone selebar 1-1,5 meter itu kerap digunakan sepeda motor. Terlebih di saat jam-jam sibuk.

Uji Coba

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo pmengakui dan akan memberikan sanksi bagi sepeda motor yang melintas di jalur sepeda setelah ujicoba berakhir pada 19 November mendatang. Hingga kini, kata Syafrin, DKI sedang menjalin koordinasi dengan polisi untuk sanksi penilangan.

Bagi pengendara motor yang masuk ke jalur sepeda akan ditilang oleh polisi. Hal ini mengacu pada UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Intinya setelah uji coba dilakukan, polisi akan menindak pelanggar yang masuk ke jalur sepeda. Nilai tilangnya bisa Rp500.000," ungkapnya di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menuturkan, evaluasi jalur sepeda akan dilakukan setelah ujicoba berakhir pada 19 November mendatang.

Menurutnya sementara ini, jalur sepeda yang sebagian besar menggunakan bahu jalan tidak ada evaluasi. "Sementara ini jalur masih sama. Tidak ada yang dirubah," pungkasnya.