Bukan Anti Kantor, Warga Komplek Billy & Moon Pondok Kelapa Tolak Pembangunan Kantor KUA

romi
Bukan Anti Kantor, Warga Komplek Billy & Moon Pondok Kelapa Tolak Pembangunan Kantor KUA
Spanduk bentuk Penolakan/ ist

Jakarta, HanTer – Maksud hati ingin memudahkan orang menikah, namun apa daya justru penolakan yang diterima. Kira-kira begitu yang dialami Pemerintah DKI Jakarta, dalam hal ini Kantor Urusan Agama (KUA) wilayah Jakarta Timur yang berencana membangun KUA Kecamatan Duren Sawit di Perumahan Billy & Moon, tepatnya di Rukun Warga RW 10, Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Namun, rencana tersebut malah mendapat penolakan dari warga yang terdiri dari 10 Rukun Tetangga (RT) dengan ratusan Kepala Keluarga (KK) yang berada di sana. 

Bentuk protes berupa penolakan yang  telah diajukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu, dianggap warga akan menghilangkan kenyamanan dan keamanan penduduk perumahan yang selama ini terawatt.

Maklum, diketahui wilayah perumahan tersebut merupakan komplek yang menjadi rumah tinggal, bukan peruntukkan bangunan perkantoran. 

"Intinya kita keberatan bukan karena kita anti kantor, tetapi kami merasa kenyamanan kita akan terganggu. Bahkan dari segi etika mereka tidak pernah ada komunikasi dengan warga di sini. Soalnya saat rapat di wilayah kami, tiba-tiba rapat persiapan pembangunan. Di situ kami menolak hingga keluar surat keberatan kami yang kami ajukan kepada gubernur,” kata salah seorang pengurus RW 10, H. Abbas, ditemui wartawan di Kantor RW 10, Pondok Kelapa Jakarta Timur, Rabu (2/10/2019) malam.

Sedangkan, Koordinator Keamanan RW 10 Billy & Moon, Virino mengatakan, pihaknya merasa dibenturkan oleh aparat, bukannya mereka melakukan komunikasi dengan pengurus di RW 10, dengan pembicaraan yang baik tapi pihaknya sepeti diadu. 

Bahkan diakuinya pihak KUA mengundang kontraktor hadir yang mengakibatkan warga seperti terzolimi. 

"Mereka mengatakan harus terjadi pembangunan, karena kita pinjam dana dari Kementerian Keuangan. Kalau ini tidak jadi, ke depan mereka tidak akan cair proyek selanjutnya, bahkan kontraktor mengiyakan. Di situ kami berpikir, berarti kalau ini jalan sembilan milyar akan cair anggaran untuk membangun kantor-kantor berikutnya yang lebih besar. Ini agenda yang mereka tidak bicarakan yang keluar secara spontan saat itu," papar Vino, panggilan akrab Sang Koordinator Keamanan.

"Saya khawatirkan warga akan bertindak sesuai dengan keinginannya, dan kami tidak bisa mengendalikan. Warga mewakili semuanya ini. Tadinya tenang, tiba-tiba dibenturkan dengan masalah ini," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Ketua RT 05/10 Perumahan Billy & Moon Hendra Gunawan mengatakan dengan melakukan pengajuan keberatan tersebut, pihaknya memperjuangkan kepentingan warga di RW10, khususnya letaknya ada di wilayah di RT 05. 

Bisa dikatakan dengan dibangunnya KUA di RT 05, warga khususnya sangat berpengaruh sekali kenyamanan dan keamanan. Ada  sekitar sembilan rumah yang berhadapan langsung.

"Kesimpulan kami terganggunya keamanan dan kenyamanan. Oleh karena itu RT 05 pertama kali  untuk melakukan semacam Petisi, kami sudah melakukan antisipasi. Waktu awal dari pihak KUA mengubungi saya, saya katakan untuk menghubungi dan melibatkan pengurus RT dan RW, takutnya ada kesalah pahaman," ungkapnya.

Sebenarnya, ada dua alasan keberatan warga Perumahan Billy & Moon RW 10 atas dibangunnya KUA yang disampaikan melalui surat kepada Gubernur DKI, antara lain:

1. Perubahan zonasi lingkungan dari perumahan ke perkantoran sesuai Peraturan Daerah Provinsi DKI 

Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi tidak pernah disosialisasikan dan diketahui oleh warga masyarakat di Komplek Billy & Moon, dimana infrastruktur yang dibangun sampai saat ini hanya khusus untuk pemukiman.

2. Selama puluhan tahun, warga Komplek Billy & Moon RW 10 Pondok Kelapa bermukim, telah menikmati  keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kerukunan. Dengan rencana pembangunan KUA tersebut, akan  terjadi kontra produktif yang berpotensi timbulnya gangguan keamanan, ketertiban serta kenyamanan warga.
Dari keberatan warga, pihak pemerintah Kotamadya Jakarta Timur, akan memfasilitasi dengan mengundang seluruh pihak terkait termasuk pengurus RT 05 dan Pengurus RW 10 Perumahan Billy & Moon, dengan acara Menerima Audiensi Kepala Kementerian Agama Jakarta Timur Terkait Penolakan Warga Akan Dibangunnya KUA Kecamatan Duren Sawit.

"Kita datang besok, resikonya bisa masuk bisa tidak. Kalau tidak masuk semua warga, berarti kami saja berdua (pengurus RT 05 dan RW 10). Kita lebih suka datang ramai-ramai bersama warga, paling tidak kami sudah menyampaikan ini aspirasi warga yang kami sampaikan atas keberatan pembangunan KUA di Perumahan Billy & Moon," kata  Ketua RW 10, Fadhli Ujang.
 

#Komplek   #Billy   #&   #Moon   #KUA   #Warga