DPD RI

La Nyalla Jadi Ketua DPD RI 2019-2024

Hermansyah
La Nyalla Jadi Ketua DPD RI 2019-2024
La Nyalla Mahmud Mattalitti

Jakarta, HanTer - La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih menjadi Ketua DPD RI untuk masa bakti 2019-2024. Terpilihnya senator asal Jawa Timur itu setelah memenangkan pemungutan suara yang berlangsung hingga pukul 23.00 malam, Selasa (1/10/2019).

La Nyalla yang sebelumnya terpilih sebagai unsur pimpinan dari sub wilayah Barat II yang terdiri dari 32 Senator asal Lampung, Pulau Jawa dan Bali, dalam persidangan sub wilayah yang berlangsung di ruang Komite 2, Gedung B, sepakat mengusung mantan Ketua PSSI itu sebagai unsur pimpinan DPD RI dari gugus Barat 2.

Berita Terkait: La Nyalla Banyak Dapat Dukungan untuk Pimpin DPD RI

Sementara dari sub wilayah Barat 1 yang terdiri dari Aceh hingga Bengkulu dilakukan pemilihan dengan hasil 22 suara untuk Sultan Bactiar. Sedangkan di sub wilayah Timur 1 pemilihan dengan hasil 26 suara untuk Mahyudin serta sub wilayah Timur 2, mengusung Nono Sampono.

Dalam pemungutan suara mencari Ketua DPD RI, dari total 134 suara, La Nyalla Mahmud Mattaliti mendapatkan 47 suara. Disusul Nono Sampono yang ketat membayanginya dengan 40 suara. Sedangkan Mahyudin dan Sultan Bachtiar masing-masing memperoleh 28 dan 18 suara, serta 1 suara abstain.

Untuk diketahui, pemilihan ketua DPD periode 2019-2024 harus dilakukan dengan cara voting. Ini setelah kesempatan musyawarah yang diberikan pimpinan sidang sementara yakni Sabam Sirait dan Jialika Maharani, kepada calon ketua DPD Mahyudin, Nono Sampono, Sultan Bactiar dan La Nyalla Mahmud Mattalitti di ruang GBHN tidak mencapai kesepakatan siapa dari keempat itu yang didapuk sebagai Ketua DPD RI.

Sultan Bactiar yang mewakili para calon menyampaikan hasil kebuntuan musyawarah mereka. "Pak Nyalla, Pak Nono, Pak Mahyudin menyampaikan, di luar penonton lembaga ini banyak. Kalau tidak mencerminkan tidak baik, bermuara pada citra negatif lembaga ini, sehingga kami kembalikan ke sahabat-sahabat semua," kata Sultan. 

Akhirnya Jialika Maharani dan Sabam Sirait yang didapuk sebagai pimpinan sidang sementara, mengetok palu bahwa pemilihan dilakukan dengan voting. Sidang diskors 15 menit untuk sekretariat jenderal menyiapkan proses pemungutan suara. "Satu anggota hanya boleh memilih satu calon sebagai ketua," kata Jialika. 

Sebelumnya, para calon diberikan kesempatan menyampaikan visi misi. Dimulai dari Mahyudin (Kalimantan Timur), Nono Sampono (Maluku), Sultan Bactiar (Bengkulu), dan La Nyalla Mahmud Mattalitti (Jawa Timur).