Belum Serahkan nama Pimpinan DPRD DKI, PDIP Dan Demokrat Dituding Hambat Kinerja Dewan

Harian Terbit/Sammy
Belum Serahkan nama Pimpinan DPRD DKI, PDIP Dan Demokrat Dituding Hambat Kinerja Dewan

Rapat paripurna penetapan pimpinan DPRD DKI Jakarta definitif akhirnya akan diselenggarakan Kamis (3/10/2019) mendatang. Meski PDIP dan Partai Demokrat belum mengirimkan nama pimpinan, namun tiga nama dari masing-masing partai yaitu PAN, Gerindra, dan PKS akan ditetapkan dan disampaikan ke Kemendagri lebih dulu.

"Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor12 Tahun 2018, sebelum dikirimkan nama-nama pimpinan dewan ke Kemendagri, itu diumumkan dulu dalam rapat paripurna. Nah rapat paripurna itu lah yang akan kita lakukan paling lambat hari Kamis," ucap Ketua DPRD DKI Jakarta non-definitif Pantas Nainggolan di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Selagi proses pemilihan pimpinan dewan Kebon Sirih berlangsung, lanjut Pantas, DPRD DKI Jakarta juga mempersiapkan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya. Seperti Komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Badan Anggaran dan Badan Kehormatan yang akan ditetapkan pada rapat paripurna selanjutnya.

"Kami juga mendesak karena alat kelengkapan ini kan banyak, supaya masing-masing fraksi mempersiapkan diri untuk mengisi masing-masing alat kelengkapan tersebut dan bila perlu dalam musyawarah mufakat menetapkan seluruh pimpinan-pimpinan dari alat kelengkapan, sehingga paripurna yang berikutnya kita sudah langsung bisa mengumumkan semua alat kelengkapan DPRD," ujarnya.

Adapun untuk dua partai politik yang belum mengirimkan nama pimpinan yakni PDIP dan Partai Demokrat, Pantas mengatakan bahwa nama pimpinan kedua partai bisa menyusul seandainya belum diserahkan sampai awal Oktober belum ada nama resmi yang diusulkan.

Sehingga, kemungkinan pimpinan dari tiga partai yaitu PAN, Gerindra, dan PKS akan ditetapkan dan disampaikan ke Kemendagri lebih dulu.

"Ya enggak apa-apa, karena kalau misalnya belum masuk sesuai dengan arahan dari Kemendagri apa yang sudah ada ya kami kirim dulu. Jadi sambil yang lain nanti menyusul jadi enggak ada masalah," tutur Pantas menambahkan.

Diketahui, lima partai berhak menempati kursi pimpinan DPRD DKI yang terdiri dari satu Ketua DPRD dan empat Wakil Ketua DPRD. Untuk posisi Ketua DPRD diisi oleh PDI Perjuangan karena memperoleh kursi sebanyak mencapai 25 kursi.

Untuk Fraksi PKS sudah mengajukan nama calon Wakil Ketua DPRD DKI yakni Abdurrahman Suhaimi. Sedangkan Fraksi Gerindra tetap mengusulkan M. Taufik seperti halnya periode 2014-2019 lalu sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

Kemudian untuk Partai PAN telah memilih Zita Anjani sebagai Wakil Ketua DPRD DKI. Pengisian jatah pimpinan DPRD mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Hambat Kinerja

Disisi lain, sejumlah Fraksi di DPRD DKI Jakarta menuding PDIP dan Demokrat menghambat proses kinerja dewan. Adapun kedua partai tersebut hingga kini belum juga menyerahkan nama-nama yang akan diajukan untuk menempati posisi fraksi dan pimpinan dewan. Padahal, sudah ada satu bulan lebih pasca anggota dewan baru dilantik.

"Kita tidak bisa menunggu lama-lama Demokrat dan PDIP untuk menyampaikan nama-nama pimpinan dewan dan fraksi karena banyak agenda kerja yang harus jalan, kita sepakati saja, Kamis (3/10/2019) pimpinan dewan definitif untuk segera diumumkan," ujar anggota Fraksi Gerindra, Inggard Joshua dalam rapat pimpinan sementara dan perwakilan anggota DPRD DKI Jakarta, di ruang rapat lantai tiga Gedung DPRD Jakarta, Senin (30/9/2019).

Inggard mengatakan, dengan tiga pimpinan dewan yang sudah ada yakni, Gerindra, PKS dan PAN proses kerja dewan bisa berjalan tanpa harus menunggu PDIP dan Demokrat menyerahkan nama pimpinan dewan.

"Dari konsultasi dengan Kemendagri pun menyatakan tidak ada masalah kalau tiga pimpinan dewan yang ada sekarang diumumkan sebagai pimpinan definitif dan bisa di paripurnakan untuk menjadi pimpinan dewan definitif," terangnya.

Mendesak

Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (Infra) Agus Chaerudin, meminta kepada PDIP dan Demokrat untuk segera menyerahkan nama pimpinan DPRD definitif.

Adapun dari lima partai yang berhak menduduki kursi pimpinan parlemen, hanya kedua parpol itu yang belum menentukan nama. Namun hingga saat ini, baru tiga partai yang sudah mengirimkan kadernya untuk duduk di kursi pimpinan DPRD.

Ketiga perwakilan partai tersebut ialah, M Taufik dari Partai Gerindra, Abdurrahman Suhaimi dari PKS, dan Zita Anjani dari PAN.

"Kedua partai besar (PDIP dan Demokrat) hargailah teman-teman yang lain, sehingga agenda partai dan kedewanan bisa berjalan," ujarnya di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ia mendesak kedua partai itu agar segera menggodok nama kader yang dipercaya menjadi pimpinan parlemen Kebon Sirih. Kata dia, setidaknya di awal bulan depan harus sudah bisa dibawa ke dalam rapat paripurna untuk segera disahkan.

Menurutnya, semakin lama PDIP dan Demokrat tidak segera menyerahkan nama, maka akan membuat kinerja dewan terhambat.

Salah satunya adalah pembentukan alat kelengkapan dewan. Pembentukan itu tertunda karena harus ditetapkan bersama pimpinan definitif.

"Jadi tidak terkekang teman-teman dari fraksi lain yang sudah menunjukkan sikap," paparnya.

#DPRD   #DKI   #PDIP   #Demokrat