Ribuan Mobil Mewah Tunggak Pajak Rp48,6 Miliar, Pemiliknya Harus Ditindak Tegas

Harian Terbit/Sammy
Ribuan Mobil Mewah Tunggak Pajak Rp48,6 Miliar, Pemiliknya Harus Ditindak Tegas
Ilustrasi (ist)

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, menyebutkan adanya ribuan kendaraan mewah di DKI Jakarta yang menunggak pajak. Tak tanggung-tanggung, total tunggakan ribuan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kategori mewah tersebut mencapai Rp48,683 miliar.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus mengambil tindakan tegas bagi para pemilik mobil mewah yang menunggak pajak.

"Ya, dari informasi yang saya dapatkan ada ribuan unit mobil mewah yang belum membayar pajak. Tentunya, Pemprov DKI harus bersikap tegas terhadap mereka (para penunggak pajak, red)," ungkapnya di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Jupiter menilai, para penunggak pajak tersebut membeli mobil mewah bukan karena kebutuhan. Melainkan, lebih kepada lifestyle atau gaya hidup.

Ia melanjutkan, dari tunggakan tersebut tentunya berdampak pada pendapatan Pemerintah Daerah. Yang nantinya, lanjut dia, tentu memiliki pengaruh terhadap alokasi kegiatan ataupun program-program yang berhubungan dengan masyarakat Jakarta.

"Saya mengimbau kepada para pemilik mobil mewah untuk segera menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan," ungkapnya.

Lamborgini

Diketahui sebelumnya, Kepala Unit Pelayanan Penyuluhan dan Layanan Informasi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Hayatina mengungkap tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kategori mewah mencapai Rp48,683 miliar.

"Ada Aston Martin sebanyak 12 unit, Landrover 108 unit, Lamborgini 22 unit, Toyota 123 unit, BMW 166 unit, dan masih banyak lagi," kata Hayatina saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Adapun total kendaraan mewah yang menunggak pajak mencapai 1.461 unit. Di antaranya ialah Aston Martin sebesar Rp875.151.500 (Rp875 juta), BMW sebesar Rp4.207.947.600 (Rp4,2 miliar), dan Toyota sebesar Rp3.133.315.800 (Rp3,1 miliar).

"Kemudian Lamborghini sebesar Rp2.189.052.800, Land Rover sebesar Rp3.158.422.300, serta Rolls Royce sebesar Rp1.611.927.600," papar dia.

Semua mobil ini akan diberikan keringanan pembayaran hingga akhir Desember 2019. Jika pada 2020 pemilik kendaraan tak juga membayar pajak, Hayatina menyebut maka akan dilakukan penarikan kendaraan sementara.

Luar Biasa

Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia Ellen Tangkudung, mengatakan, tunggakan tersebut tentunya harus segera diselesaikan oleh para penunggak pajak.

"Itu luar biasa sekali jumlahnya. Itukan uang negara, jadi memang harus diselamatkan. Mereka punya uang untuk beli, masa bayar pajak malah tak sanggup," ujar Ellen di Jakarya, Selasa (17/9/2019).

Ellen menilai, Pemprov DKI harus memberikan sanksi sosial kepada pemilik mobil mewah yang belum bayar pajak. Jangan sampai, lanjut dia, negara dirugikan oleh ulah tak terpuji para penunggak pajak tersebut.

Ellen berpendapat, apapun alibi para pemilik mobil mewah, misalnya alasannya karena sudah bangkrut, tetap saja pajak mobilnya harus dibayarkan. Sebab saat seseorang membeli mobil, apalagi mobil mewah, pajaknya menjadi include yang wajib dibayarkannya.

"Saat sudah diberi waktu tetap tidak bayar juga, salah satu sanksi yang bisa diambil adalah sanksi sosial, yakni mengumumkan kepada publik siapa saja yang menunggak pajak itu, karena di sini fokusnya itu untuk menyelamatkan uang negara," katanya.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai pemerintahan harus tegas terhadap para pengemplang pajak kendaraan Terutama, mobil, yang sering kali tidak terekspos.

Dia pun mendorong pemerintah untuk mempublikasikan penunggak pajak ke media massa dan media elektronik untuk memberikan efek jera.

"Bila perlu, disebarkanmelalui media iklan. Cara ini sedikit efektif untuk memberikan rasa malu terhadap pengemplang pajak akan terlihat," ujar dia di Jakarta, Selasa (17/9/2019).