BPJS Kesehatan Jakut Genjot Sosialisasi, Tekan Tunggakan 29 Ribu Jiwa Peserta Mandiri Rp18,6 Miliar

Anugrah
BPJS Kesehatan Jakut Genjot Sosialisasi, Tekan Tunggakan 29 Ribu Jiwa Peserta Mandiri Rp18,6 Miliar
Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Parasamya Dewi Cipta dan Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Dian Sri Rahayu.

Jakarta, HanTer - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Jakarta Utara terus melakukan sosialisasi kepada para peserta yang melakukan tunggakan agar segera melakukan pelunasan. Pasalnya, sejak Desember 2018, peserta mandiri yang tidak membayar iuran sudah tidak bisa menikmati fasilitas saat hendak berobat hingga melunasi tunggakannya.

Sosialisasi dilakukan untuk mengurangi tingginya angka tunggakan iuran peserta mandiri. Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Dian Sri Rahayu menyebutkan hingga 7 Agustus 2019 (termasuk tahun sebelumnya) tercatat masih ada 18.391 peserta atau 29.088 jiwa yang menunggak dengan total tunggakan sebesar Rp 18.639.339.842.

Tercatat untuk kategori kelas I sebanyak 7.186 peserta atau 10.867 jiwa menunggak dengan tunggakan sebesar Rp 10.206.749.127. Untuk kelas II tercatat 4.767 peserta atau 8.025 jiwa dengan nilai tunggakan sebesar Rp 4.910.222.802. Sedangkan untuk kelas III tercatat ada 6.438 peserta atau 10.196 jiwa dengan tunggakan sebesar Rp 3.522.367.914.

Sedangkan untuk tunggakan periode Januari hingga Agustus 2019 untuk Badan Usaha Swasta mencapai Rp 1.977.870.858 (1,97 Miliar) dan Rp 10.321.172.838 (Rp 10,32 Miliar) untuk kategori Peserta Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja.

"Kita terus melakukan sosialisasi kepada para peserta yang melakukan tunggakan agar segera melakukan pelunasan. Pasalnya sejak Desember 2018 lalu peserta mandiri yang tidak membayar iuran sudah tidak bisa menikmati fasilitas dari BPJS Kesehatan saat hendak berobat hingga ia melunasi tunggakan nya," ujar Dian, Kamis (12/9/2019) di Jakarta Utara.

Di kota Jakarta Utara sendiri tercatat hingga 1 Agustus 2019 ada sebanyak 2.179.407 jiwa terdiri dari 889.721 jiwa Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemprov DKI Jakarta, 324.991 jiwa PBI yang dibayarkan oleh APBN, 676.131 jiwa Pekerja Penerima Upah, 60.426 jiwa Aparatur Sipil Negara (ASN), 35.051 jiwa pegawai pemerintah, 161.003 jiwa Peserta Bukan Penerima Upah, dan 32.084 jiwa Peserta Bukan Pekerja.

Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Parasamya Dewi Cipta menyebutkan untuk mengurangi defisit akibat tunggakan peserta BPJS Kesehatan pihaknya tengah melakukan program donasi iuran JKN-KIS yang disebut crowd funding.

"Peserta program Crowd Funding ini bisa dilakukan donasi perseorangan, badan usaha, lembaga atau badan lainnya. Untuk badan usaha bisa memasukkan donasi ini sebagai program tanggung jawab sosial (CSR) mereka dengan perjanjian kerja sama yang disepakati," kata Dewi. 

Fenny Wongkar salah satu pemilik usaha optik di daerah Sunter menyebutkan pihaknya tertarik untuk mengikuti program Crowd Funding BPJS Kesehatan Jakarta Utara. Ia membayarkan sebesar Rp 8,1 juta untuk 16 Kepala Keluarga atau 34 jiwa pada periode September-Desember 2019.