Polda Metro Bongkar Penyelundupan Barang Impor China, Total Nilai Barang Capai Rp9 Miliar

sammy
Polda Metro Bongkar Penyelundupan Barang Impor China, Total Nilai Barang Capai Rp9 Miliar
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk 6 pelaku penyelundupan barang impor tekstil dan sepatu asal China. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono membenarkan dari hasil penyelidikan diketahui barang tekstil dan sepatu selundupan itu berasal dari China.

"Para pelaku menyelundupkan barang tekstil dan balpress dari negara China ke wilayah negara Malaysia melalui pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak," ujar Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019).

Selanjutnya, kata dia barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk kemudian diselundupkan melalui jalan darat atau jalan tikus ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

"Isi barang selundupan tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan truk besar atau fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora, dengab dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari. Kemudian barang tersebut masuk ke pelabuhan Tegar atau Marunda Center di Kabupaten Bekasi," kata Gatot.

Menurutnya nilai total seluruh barang yang diselundupkan sekitar Rp9 Miliar.

"Ini berdasarkan penghitungan bea masuk dan pajak dalam rangka impor barang berdasarkan barang bukti tekstil dan balpress yang kami sita dari para tersangka," katanya.

Karena dimasukkan ke Indonesia tanpa izin, kata Gatot maka berdampak pada kerugian negara akibat tidak dibayarkannya bea masuk barang impor.

"Estimasi kerugian negara akibat barang tekstil dan sepatu dalam ribuan ballpress yang diselundupkan ini mencapai sekitar Rp5 Miliar. Ini untuk sekali pengiriman yang dilakukan kelompok ini. Sementara dalam sebulan mereka paling sedikit melakukan 4 kali pengiriman atau penyelundupan barang," ujar Gatot.

Menurutnya selain menimbulkan kerugian negara akibat tidak dibayarkannya bea masuk barang impor, aksi para penyelundup ini dapat merugikan masyarakat selaku konsumen.

"Sebab barang-barang balpress tersebut tidak terjamin kualitas dan keamanannya karena sebagian merupakan barang bekas," kata dia.

Dari tangan pelaku disita barang bukti selundupan berupa 438 gulungan tekstil bahan kain; 259 koli ballpres berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas; serta 5.668 koli sepatu berbagai merek atau kurang lebih sebanyak 120.000 pasang sepatu.

Nilai total seluruh barang impor ilegal itu sekitar Rp9 Miliar.

Keenam pelaku yang dibekuk adalah PL (63), H (30), AD (33), EK (44), NS (47), dan TKD (45).

Mereka diamankan dari tiga lokasi yakni dari Pelabuhan Tegar atau Marunda Center Terminal di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari toko di Jalan Dahlia RT 13, RW 1, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat; dan dari Gudang Rukan Permata Ancol, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, pada 29 Juli 2019, 27 Agustus 2019 dan 28 Agustus 2019.