Ganjil Genap Diterapkan, Warga Ramai-ramai Naik Motor

Sammy
Ganjil Genap Diterapkan, Warga Ramai-ramai Naik Motor

Jakarta, HanTer - Implementasi kebijakan ganjil genap di 25 ruas jalan di DKI Jakarta pada hari pertama, Senin (9/9/2019) lalu tak hanya meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum. Namun, kebijakan yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu juga memicu naiknya persentase pengendara sepeda motor.

Para pekerja kantoran di pusat kota yang biasa mengendarai mobil, justru ada yang beralih ke sepeda motor untuk menghindari penindakan petugas.

"Kalau untuk jumlah secara pasti, kami sedang menghitungnya, tapi secara persentase pasti naik jumlahnya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syayfrin Liputo di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, hipotesis itu berdasarkan dari hitungan petugas terhadap kebijakan ini. Secara general dia berasumsi sebuah jalan diisi oleh 10 kendaraan yang terdiri dari enam motor dan empat mobil sebelum diterapkan ganjil genap.

Bila dalam persentase, maka komposisi kendaraan itu 40 persen mobil dan 60 persen sepeda motor. Empat mobil itu kemudian diasumsikan dua berpelat ganjil dan dua berpelat genap.

Saat kebijakan ganjil genap berlaku, maka separuh mobil itu berkurang sesuai bilangan tanggal, sementara sepeda motor bilangannya tetap konstan. Meski demikian, secara persentase angkanya berubah untuk mobil menjadi 25 persen, sedangkan motor 75 persen.

"Untuk angka, kami belum dapat karena justru di data belum ada berapa pertumbuhan kendaraan (mobil, red) dan pertumbuhan jumlah motor. Tapi kecenderungannya motor pasti naik karena proporsi mobil di jalan dikurangi, dan hitungan matematika seperti itu," jelas Syafrin.

Dirinya mengungkapkan, saat uji coba selama tiga pekan dari 12 Agustus sampai 6 September 2019 lalu juga berdampak pada penurunan volume lalu lintas sekitar 22,25 persen. Tidak hanya itu, tapi kecepatan kendaraan juga naik yang semula 25,56 km/jam menjadi 28,03 km/jam atau naik 9,25 persen.

"Intinya kebijakan ganjil genap ini bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum sekaligus meningkatkan laju kendaraan," ujarnya.

Meningkat

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, jumlah penumpang bus TransJakarta (TJ) dan kereta Mass Rapid Transit (MRT) pada hari pertama ganjil genap di hari Senin (9/9/2019) lalu naik menjadi sekitar 1 juta penumpang. Untuk penumpang TransJakarta naik menjadi 892.000 penumpang dan MRT sekitar 70.000 penumpang.

Angka ini lebih tinggi dibanding jumlah harian penumpang di kendaraan itu sebesar 882.000 atau naik 10.000 orang, sedangkan MRT 70.000 atau naik sekitar 17.000.

"Penumpang yang menggunakan TransJakarta sekitar 892.000 pas kemarin atau hampir 900.000 orang. Angka itu belum termasuk yang naik MRT, sehingga bila ditotal ada sekitar 1 juta yang menggunakan kendaraan umum, dan itu adalah rekor," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.