Ganjil-Genap Tingkatkan Pengguna Angkutan Umum

sammy
Ganjil-Genap Tingkatkan Pengguna Angkutan Umum

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap sistem ganjil-genap dapat menambah jumlah penumpang angkutan umum. Adapun sistem ganjil-genap hanyalah perantara penggunaan angkutan umum.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, pemberlakuan sistem ganjil-genap diharapkan dapat membuat masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan umumm terlebih pihaknya terus menambah jumlah angkutan umum dan menambah jangkauan.

"Tujuannya akhirnya adalah Jakarta kota yang lebih ramah bagi semua. Perjalanan ke kantor ke tempat kerja jadi perjalanan yang tidak menghabiskan waktu kita bisa lebih produktif. Itu artinya jumlah kendaraan pribadi di jalanan lebih rendah," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Sistem ganjil-genap merupakan sistem pengendalian sementara sebelum diberlakukannya sistem jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP). Anies menuturkan bahwa lelang ERP harus diulang lantaran akhir Agustus lalu kejaksaan Agung memberikan legal opinion.

Mantan Menteri Pendidikan itu berencana bekerja sama dengan direktorat jenderal aplikasi kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengubah tekhnologi terbaru dalam pengendalian kegiatan mobilitas penduduk di Jakarta.

"Jadi bukan hanya sekedar mengatur 1-2 ruas jalan tadi sebagai satu sistem terintegrasi antara lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan umum," ungkapnya.

Untuk diketahui, sejak lelang ERP dilakukan tanpa mencantumkan satu tekhnologi tertentu pada 22 Juli 2018 lalu, panitia lelang di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan Berbayar Elektronik (JBE) telah mendapatkan tiga perusahaan peserta lelang yang memasuki tahap ujicoba tekhis dari Proof Of concept (POC) masing-masing penyedia. Diantaranya yakni Q-Free, Kapsch dan Bali tower. Namun, Q-free perusahaan tekhnologi asal Norwegia dan Kapsch perusahaan tekhnologi dari Swedia yang pernah mengujicobakan perangkat ERPpada 2014 di ruas jalan Sudirman dan Kuningan, Jakarta Selatan. ERP sendiri memang direncanakan berlaku di dua ruas jalan yakni Jalan Sudirman dan Jalan Kuningan, Jakarta Selatan.

Target 40 Persen

Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, menilai, moda sharing angkutan umum yang ditargetkan BPTJ pada 2019 sebesar 40 persen sudah terbantu dalam kebijakan ganjil-genap saat ini. 

Dirinya berjanji, akan segera menyelesaikan integrasi antar moda transportasi dan tiket pembayaran sesuai apa yang menjadi kewenangan BPTJ. 

"Ya kedepan harus diterapkan elektronik Road Pricing (ERP) sebagai kebijakan jangka panjang," terangnya di Jakarta, Selasa (10/9/2019).