Hari Pertama Penindakan Perluasan Ganjil-Genap, Puluhan Kendaraan Ditilang di Kawasan Tomang

Oni
Hari Pertama Penindakan Perluasan Ganjil-Genap, Puluhan Kendaraan Ditilang di Kawasan Tomang

Jakarta, HanTer - Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat menilang sejumlah kendaraan yang melakukan pelanggaran perluasan aturan ganjil-genap saat memasuki Jalan Tomang Raya, Senin (9/9/2019), karena wilayah itu merupakan salah satu ruas perluasan aturan tersebut.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko menjelaskan, kawasan tersebut merupakan pintu masuk pertama para pengendara mobil dari kota Tangerang, Banten.

Selain itu, Tomang jadi wilayah yang berpotensi besar terdapat banyak pelanggaran ganjil-genap karena banyak pengendara keluar pintu tol menuju Tomang, dan adanya pemberlakuan "contra flow."

"Ada empat tambahan selama ini, yakni dari dalam tol Kebon Jeruk itu yang mau mengarah ke Tomang Raya, itu potensi pelanggarannya besar," jelas Hari seperti dilansir Antara.

Puluhan kendaraan pribadi dan kendaraan pengangkut barang berplat hitam dengan nomor polisi genap ditilang saat memasuki Jalan Tomang Raya.

Mayoritas pengendara mobil mengaku tidak mengetahui kapan pemberlakuan dan penindakan perluasan aturan ganjil-genap.

Perluasan wilayah ganjil-genap diatur dalam Perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap.

Adapun wilayah Jakarta Barat yang terdampak ganjil-genap di beberapa wilayah, dan pintu masuk-keluar gerbang tol diantaranya:

Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses Tol Jakarta-Tangerang, Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso, Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2, Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama, Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1, Jalan Letjend S. Parman, Jalan Hayam Wuruk Raya, Jalan Tomang Raya, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Pintu Besar Selatan.

Pemberlakuan kebijakan perluasan Ganjil Genap di 25 ruas jalan Ibu Kota Jakarta dimulai dari Senin hingga Jumat 06.00- 10.00 WIB, dilanjutkan lagi pada pukul 16.00-21.00 WIB

Pelanggar akan ditindak tegas dengan pasal melanggar rambu atau marka, dan maksimal denda Rp500.000.