Tim Kesenian Taman Budaya Sumatera Utara Tampil Sukses di Acara PPSS XXIII

Alee
Tim Kesenian Taman Budaya Sumatera Utara Tampil Sukses di Acara PPSS XXIII
Tim Semenda Production asal Sumatera Utara foto bersama usai tampil pada Pameran dan Pergelaran Seni se-Sumatera (PPSS) XXIII di Lampung, Kamis (5/9/2019).

Bandarlampung, HanTer - Perhelatan Pameran dan Pergelaran Seni se-Sumatera (PPSS) XXIII dengan tema "Karya Sumatera untuk Indonesia", sudah usai. Acara yang dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Kamis (5/9/2019), itu dikemas dalam berbagai bentuk mulai dari pameran seni rupa yang melibatkan 24 orang perupa se-Sumatera.

Paa perupa ini mempresentasikan 40 karya lukis dengan tema "Transformation Estetika Sumatera", dari berbagai provinsi di Sumatera, yakni Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.

Kemudian, kata Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari, pagelaran seni yang meliputi assamble Sumatera merupakan kolaborasi pemusik se-Sumatera dengan menampilkan ciri khas masing-masing provinsi. Selanjutnya juga akan ada kegiatan diskusi dan workshop seni rupa.

Pada acara ini juga turut serta Semenda Production dari Medan, Sumatera Utara, pimpinan Dra Dilinar Adlin, MPd. “Ada 15 orang anggota tim yang ikut pada acara ini. Terdiri dari pemusik, penari dan peserta pameran. Alhamdulillah penampilan kami dinilai sukses,” kata Dilinar yang juga penata tari pada acara PPSS XXIII tersebut.

Pada acara ini turut hadir Kepala UPT Taman Budaya Sumatera Utara, Deny Elfriansyah  SH. Menurut Deny, acara PPSS XXIII merupakan kesepakatan bersama sesama kepala Taman Budaya se-Sumatera untuk pengembangan Taman Budaya dalam melestarikan budaya.

“Kegiatan ini ada nama kumpulan Pan Sumatran ansamble. Pemusik terdiri dari setiap Taman Budaya se Sumatera, yang menampilkan  kolaborasi musik etnik dari daerah masing-masing,” ujar Deny.

Dalam sambutannya Gubernur Lampung Arinal mengatakan, s eni dan budaya merupakan perekat bangsa, saya ingin ke depan kegiatan tidak hanya rutinitas saja, kegiatan seperti ini terus ditingkatkan baik kualitas dan mutunya.

“Kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh Taman Budaya se-Sumatera saja. Tetapi harus dilaksanakan dalam konteks yang luas. Jadi tidak hanya taman budaya," kata Gubernur.