Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan, Ahli Waris Pengemudi Jak Linko Terima Santunan

Arbi
Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan, Ahli Waris Pengemudi Jak Linko Terima Santunan
Simbolis: Penyerahan santunan kematian kepada dua ahli waris pramudi KWK yang tergabung dalam program Jak Linko.

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris pramudi angkutan kota (angkot) KWK yang meninggal dunia akibat sakit. Kedua pramudi WKW itu tercatat baru menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sejak tiga bulan lalu.

Besaran santunan masing-masing Rp24 Juta diberikan kepada almarhum Sartono, dengan ahli waris Dasih Wulanti. Dan almarhum Firman Rakut Saban dengan ahli waris Anita Benben Wati. Penyerahan santunan diberikan oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Deny Yusyulian.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono berserta jajaran, Ketua Umum Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Taufik Azhar, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Anggota DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi dan Ramli.

“Meskipun baru terdaftar tiga bulan sebagai peserta, mereka berhak mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp24 juta,” kata Deny dalam kegiatan yang digelar di Kantor PT Transjakarta, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019).

Deny mengatakan, terdaftarnya pramudi atau pengemudi cadangan KWK ini lantaran kolaborasi antara PT Transjakarta, KWK dan Dinas Perhubungan yang berhasil menjalankan program Jak Linko, yaitu program angkutan umum terintegrasi di DKI Jakarta.

Dengan adanya kolaborasi itu, Deny mencatat sebanyak 1.417 pramudi saat ini menjadi peserta dengan dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). 

“Selama ini kami lakukan pendekatan ke pramudi tapi tidak pernah berhasil, khususnya terkait keberlanjutan iuran. Padahal, santunan dan manfaat program bisa kami berikan jika iuran dibayarkan oleh peserta setiap bulannya,” tandas Deny.

Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono menjelaskan, dalam kontrak program Jak Linko diatur bahwa setiap armada seluruh pengemudi dan pramudi wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga dapat terlindungi.

Deny Yusyulian menambahkan, saat ini yang menjadi tantangan adalah bagaimana mendrong pengemudi dan pramudi angkutan umum lainnya bisa bergabung di Jak Linko.

"Karena kolaborasi yang dibangun melalui Jak Linko, sehingga perlindungan pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan bisa diberikan. Kita dorong semua masuk ke jaklinko,” ucapnya.