Ada Narkoba di Balik Tawuran Manggarai?

Sammy
Ada Narkoba di Balik Tawuran Manggarai?
Aksi tawuran di Manggai, Jaksel

Jakarta, HanTer - Rangkaian peristiwa tawuran antarwarga di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, sudah sering terjadi dalam kurun beberapa tahun ini. Bahkan, tersiar kabar bahwasanya terdapat penyundupan narkoba dibalik peristiwa tawuran tersebut.

Badan Nasional Narkotika (BNN) sedang meneliti kemungkinan aksi tawuran antarwarga yang kerap terjadi sebagai modus baru untuk mengelabui aparat.

"Apakah kasus perkelahian di Jakarta dengan motif mengelabui agar barang masuk ke kampung? Tentu saja BNN perlu lihat dasar dari itu apakah ada penelitian atau tidak, kita sedang dalami," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Utama BNN, Kombes Pol Sulistyo Pudjo, di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurut Sulistyo, seringkali narkoba disalahgunakan pelaku tawuran untuk berkelahi karena memiliki kandungan analgesik yang bersifat sebagai penghilang rasa sakit.

Narkoba dengan kandungan analgesik itu bisa berwujud sintetis maupun nonsintetis.

Sulistyo mengatakan pelaku tawuran telah menjadi pasar peredaran narkoba karena kerap disalahgunakan oleh konsumen untuk mengalihkan logika serta meningkatkan keberanian menghadapi lawan.

Narkoba

Sementara itu, pengamat psikolog Forensik, Reza Indragiri, sebelumnya mengatakan aksi tawuran yang kerap terjadi di Manggarai dikarenakan adanya transaksi narkoba, sehingga tawuran dijadikan peluang pintu masuk untuk mengalihkan perhatian polisi.

"Semacam pengalih perhatian. Mungkin perhatian warga, mungkin perhatian aparat," kata Reza di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Merespons pernyataan itu, Sulistyo bersama jajaran BNN meminta kajian secara teknis perihal kemungkinan tawuran dijadikan alat pengalih perhatian aparat.

"Bisa saja orang kelabui masuk lewat pintu besar seperti pantai atau pelabuhan. Kemudian mereka mengelabuhi perkelahian antarkampung, secara penelitian, kami belum melihat hasilnya," katanya.

Pihaknya berterima kasih atas masukan yang disampaikan Reza untuk ditindaklanjuti. "Kita terima kasih atas perhatian Reza terhadap pemberantasan narkoba, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat," katanya.

Sebelumnya diketahui, rangkaian peristiwa tawuran antarwarga di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, kerap ditandai dengan pesan berantai dan letusan suar, ujar Ketua RW05 Manggarai, Isnu Dwi Haryanto.

"Dalam sepekan ini sudah tiga kali peristiwa tawuran terjadi. Pertama pada Senin (2/9) menjelang Maghrib, Selasa (3/9) dini hari, dan puncaknya Rabu (4/9) sore. Selalu ditandai dengan pesan berantai dan letusan suar," katanya di Jakarta.

Lima jam menjelang tawuran berlangsung di atas jembatan rel kereta Jalan Tambak, Rabu (4/9), sekitar pukul 17.00WIB, kata dia, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat telah menerima pesan berantai melalui Whatsapps.

"Isinya, 'Akan terjadi penyerangan jam 5'. Saya membaca pesan itu dari salah satu warga yang ikut terlibat tawuran jam 13.00 WIB," katanya.